Kunjungan Blingoutkid ke kumparan, Jumat (3/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanPenyanyi dan penulis lagu BLINGOUTKID kembali merilis single terbaru bertajuk Lonely. Berbeda dari nuansa lagunya yang upbeat, lagu ini justru lahir dari pengalaman pribadinya saat menghadapi hubungan yang kandas karena perselingkuhan.BLINGOUTKID mengatakan, saat pertama kali menulis Lonely, lagu tersebut sebenarnya dibuat dalam versi ballad karena ditulis di fase ketika dirinya masih merasakan kesedihan.“So Lonely mungkin bisa dibilang it was a ballad pas aku awal buatnya. It was based on a true story, my personal experience. Jadi pas waktu aku buat, I was at a sad phase, dan makanya aku tulis jadi ballad,” ujar BLINGOUTKID kepada kumparan.Kunjungan Blingoutkid ke kumparan, Jumat (3/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanBLINGOUTKID Ungkap Sumber Utama Lahirnya Lagu LonelyNamun, seiring proses revisi bersama para produsernya, ia justru mendapat ide untuk mengubah lagu tersebut menjadi disco-pop. Menurutnya, akan lebih menarik jika lagu dengan lirik sedih dibalut musik yang ceria.“Pas lagi revisi, aku ngobrol sama producers, terus we eventually got the idea yang kayak lucu enggak sih kalau lagu ballad ini dibikin jadi disco-pop tapi liriknya sebenarnya sedih,” tuturnya.Ia pun teringat dengan lagu Britney Spears “…Baby One More Time” yang memiliki lirik melankolis, tetapi dikemas dengan musik yang enerjik.“It’s like that Britney Spears song yang ‘My loneliness is killing me’. Jadi akhirnya direvisi terus sampai jadilah disco-pop seperti sekarang,” katanya.BLINGOUTKID mengungkapkan, pengalaman pribadi menjadi sumber utama lahirnya lagu Lonely. Saat itu, ia mengetahui pasangannya berselingkuh. Meski sempat merasa terpukul, ia memilih untuk bangkit daripada terus larut dalam kesedihan.“One of the triggers itu karena waktu itu aku ada di relationship yang ternyata dia two-timing. Jadi dia selingkuh. It kind of sucks, it hits me like a truck,” ucapnya.“Tapi daripada aku sedih, mendingan aku keluar dan have fun. Jadi itu main idea di balik Lonely,” sambungnya.Kunjungan Blingoutkid ke kumparan, Jumat (3/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanBagi BLINGOUTKID, setiap single yang ia rilis selalu merepresentasikan fase kehidupan yang berbeda. Jika Superflight bercerita tentang proses menjadi pribadi yang lebih percaya diri, lalu Still Here tentang bertahan menghadapi masa-masa sulit, maka Lonely menjadi babak baru yang mengangkat kisah percintaan.“It’s like a storytelling. Superflight tentang transformasi, Still Here tentang jadi survivor, terus sekarang aku pengin angkat fase relationship. Jadi memang setiap lagu itu beda-beda fasenya,” jelasnya.Ke depannya, BLINGOUTKID berharap karya-karyanya bisa menjangkau lebih banyak pendengar, termasuk di pasar internasional. Namun, lebih dari itu, ia ingin lagu-lagunya bisa menjadi teman bagi orang-orang yang sedang melalui masa sulit.“Hopefully ke depannya lagu-lagu aku bisa reach more people, global market juga. Tapi yang paling penting, kalau lagu aku bisa menyentuh orang dan membantu mereka, itu sih salah satu mimpi terbesar aku,” tutupnya.