Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi dan Dampaknya

Wait 5 sec.

Acara seminar umum cara pemberian ASI pada bayi sumbing, Minggu (19/7/2026). Foto: Sarah Wulandari/kumparanBibir sumbing menjadi salah satu kelainan bawaan pada bayi. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan wajah, tetapi juga dapat mengganggu proses makan, tumbuh kembang, hingga kemampuan berbicara anak jika tidak ditangani dengan baik.Menurut dokter spesialis bedah plastik subspesialis kraniofasial, dr. Kristaninta Bangun, Sp.B.P.R.E., Subsp.K.M(K), anak dengan bibir sumbing membutuhkan penanganan sejak dini karena dampaknya dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan dan kualitas hidupnya.dr. Kristaninta menjelaskan, bibir sumbing merupakan kondisi ketika terdapat celah atau pemisahan pada bibir atas. Sementara itu, sumbing langit-langit terjadi ketika terdapat celah pada langit-langit mulut, yaitu bagian atas di dalam rongga mulut.Dampak Bibir Sumbing bagi AnakIlustrasi Bayi dengan Bibir Sumbing. Foto: Yuri A/ShutterstockBibir sumbing tidak hanya menyebabkan perubahan bentuk wajah. Menurut dr. Kristaninta, kondisi ini juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada bibir, gusi, hidung, rahang, dan susunan gigi."Selain itu, anak juga berisiko mengalami kesulitan makan dan minum. Saat menyusu atau makan, makanan maupun susu dapat masuk ke rongga hidung sehingga anak mudah tersedak. Bayi juga cenderung lebih cepat lelah ketika menyusu karena proses mengisap tidak optimal," jelas dr. Kristaninta saat acara seminar cara pemberian ASI pada bayi sumbing, Minggu (19/7).Akibatnya, anak berisiko mengalami kekurangan gizi karena asupan makan tidak tercukupi, Moms.Dalam jangka panjang, bibir sumbing juga dapat memengaruhi kemampuan berbicara, kesehatan telinga, rasa percaya diri, hingga interaksi sosial anak dengan lingkungan sekitarnya.Penyebab Bibir Sumbing pada BayiMenurut dr. Kristaninta, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan bibir sumbing, di antaranya:Konsumsi rokok atau alkohol selama kehamilan.Terpapar radiasi, zat kimia berbahaya, atau obat-obatan tertentu saat hamil.Kekurangan asam folat, vitamin B6, dan zinc selama masa kehamilan.Kehamilan pada usia di atas 30 tahun.Ibu memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, obesitas, campak, atau infeksi menular seksual.Meski demikian, tidak semua bayi yang memiliki faktor risiko tersebut pasti akan lahir dengan bibir sumbing. Pemeriksaan kehamilan secara rutin serta menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan tetap menjadi langkah penting untuk membantu menurunkan risiko terjadinya kelainan bawaan pada janin.Penanganan bibir sumbing yang dilakukan sedini mungkin juga dapat membantu anak memperoleh kemampuan makan, berbicara, dan tumbuh kembang yang lebih optimal, sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya di kemudian hari, Moms.