Ilustrasi Polusi Udara, Sumber:IStockphoto/sndrkSaat kualitas udara di luar memburuk, menutup pintu dan jendela sering menjadi langkah pertama yang dilakukan keluarga. Cara ini dianggap dapat mencegah debu, asap kendaraan, dan partikel pencemar masuk ke dalam rumah.Namun, udara di dalam rumah tidak otomatis menjadi bersih hanya karena seluruh jendela ditutup. Sebagian polutan dari luar masih dapat masuk melalui celah pintu, ventilasi, sistem pendingin udara, dan bagian bangunan yang tidak sepenuhnya rapat. Pada saat yang sama, kegiatan sehari-hari di dalam rumah juga dapat menghasilkan pencemar baru.Artinya, menjaga kualitas udara di rumah membutuhkan lebih dari sekadar menutup jendela. Keluarga juga perlu mengenali kondisi udara luar, sumber pencemar di dalam rumah, serta waktu yang tepat untuk melakukan ventilasi.Polusi Tidak Hanya Berasal dari Jalan RayaKetika membicarakan polusi udara, sebagian orang langsung membayangkan asap kendaraan, pabrik, pembakaran sampah, atau debu dari proyek konstruksi.Padahal, kualitas udara di dalam rumah juga dipengaruhi oleh banyak aktivitas yang terlihat biasa. Memasak, merokok, membakar lilin atau dupa, menggunakan pengharum ruangan, menyemprotkan produk pembersih, dan menyapu debu dapat meningkatkan partikel atau zat kimia di udara.Partikel halus atau particulate matter dapat ditemukan di udara luar maupun di dalam bangunan. Partikel yang berukuran sangat kecil dapat terhirup lebih dalam ke saluran pernapasan dan berpotensi menurunkan fungsi paru serta memperburuk asma.Selain partikel, udara dalam rumah dapat mengandung gas, senyawa organik mudah menguap, asap, alergen, jamur, serta uap dari produk rumah tangga. Karena ruang di dalam rumah lebih tertutup, pencemar dapat bertahan apabila tidak ada pertukaran udara atau penyaringan yang memadai.Apakah Menutup Jendela Tetap Bermanfaat?Menutup jendela tetap dapat membantu mengurangi masuknya polusi ketika kualitas udara luar sedang buruk. Langkah ini terutama berguna saat terdapat asap pekat, kebakaran, pembakaran sampah, atau tingkat partikel udara sedang tinggi.Namun, menutup jendela bukan perlindungan yang sempurna. Polusi dari luar masih dapat menyusup melalui celah-celah bangunan. Rumah juga dapat menjadi pengap apabila semua bukaan ditutup terlalu lama, terlebih jika di dalamnya terdapat aktivitas memasak atau penggunaan bahan yang menghasilkan asap dan uap.Karena itu, keputusan membuka atau menutup jendela sebaiknya disesuaikan dengan kondisi. Saat udara luar buruk, ventilasi dari luar dapat dikurangi untuk sementara. Ketika udara luar membaik, rumah dapat dianginkan agar pencemar yang terbentuk di dalam ruangan tidak terus menumpuk.Prinsipnya bukan selalu membuka atau selalu menutup jendela, melainkan mengatur ventilasi secara bijak.Perhatikan Kegiatan MemasakDapur merupakan salah satu sumber pencemar yang perlu diperhatikan. Proses menggoreng, memanggang, atau memasak hingga berasap dapat menghasilkan partikel yang menyebar ke ruangan lain.Penggunaan kompor dengan pembakaran juga dapat menghasilkan gas dan partikel. Risiko akan meningkat apabila dapur sempit, tidak memiliki ventilasi, atau alat penghisap udara tidak digunakan.Saat kualitas udara luar cukup baik, membuka ventilasi dapur dapat membantu mengeluarkan asap. Penggunaan exhaust fan atau penghisap yang membuang udara ke luar juga dapat mengurangi penumpukan pencemar.Namun, ketika udara luar sedang sangat buruk, keluarga perlu menyeimbangkan kebutuhan membuang asap dengan risiko memasukkan polusi dari luar. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengurangi metode memasak yang menghasilkan banyak asap dan menyalakan penghisap udara bila tersedia.Panci sebaiknya tidak dibiarkan terlalu panas dan makanan tidak dimasak hingga gosong. Selain mengubah rasa, kondisi tersebut juga dapat menghasilkan lebih banyak asap di dalam rumah.Jangan Menambah Polusi dari DalamMenutup rumah saat udara luar buruk akan kurang efektif apabila sumber polusi di dalam ruangan tetap digunakan.Merokok di dalam rumah perlu dihindari karena asapnya dapat menyebar dan bertahan pada udara, perabot, tirai, serta permukaan lain. Membakar sampah, dupa, obat nyamuk bakar, dan lilin dalam waktu lama juga dapat menambah partikel.Pengharum ruangan bukan alat pembersih udara. Aroma wangi hanya menutupi bau dan tidak menghilangkan partikel atau gas pencemar. Pada orang yang sensitif, pewangi atau produk semprot tertentu bahkan dapat memicu rasa tidak nyaman pada hidung dan saluran pernapasan.Produk pembersih juga perlu digunakan sesuai petunjuk. Jangan mencampurkan berbagai cairan pembersih sembarangan karena campuran tertentu dapat menghasilkan uap yang berbahaya.Saat membersihkan rumah, gunakan kain lembap atau alat penyedot debu untuk mengurangi debu yang kembali beterbangan. Menyapu terlalu kuat dapat mengangkat partikel yang sebelumnya mengendap di lantai.Apakah Air Purifier Diperlukan?Penyaring udara portabel dapat membantu mengurangi partikel di dalam ruangan apabila kapasitas alat sesuai dengan luas ruangan dan filternya dirawat dengan benar.Pilih alat yang dilengkapi penyaring partikel berkualitas, seperti filter HEPA, terutama untuk ruangan tempat keluarga paling banyak beraktivitas. Letakkan alat di lokasi yang aliran udaranya tidak terhalang furnitur atau dinding.Penyaring udara bukan pengganti pengendalian sumber polusi. Alat tidak akan bekerja optimal apabila seseorang masih merokok di dalam rumah, asap memasak terus memenuhi ruangan, atau ukuran alat terlalu kecil untuk ruangan tersebut.Filter juga perlu dibersihkan atau diganti sesuai petunjuk produsen. Filter yang sudah kotor dapat menurunkan kemampuan alat menyaring udara.CDC dan EPA menyebut filtrasi udara sebagai salah satu cara untuk mengurangi partikel asap di dalam ruangan, khususnya ketika kondisi udara luar sedang buruk.Periksa Kondisi Pendingin UdaraPendingin udara dapat membantu menjaga ruangan tetap nyaman ketika jendela ditutup. Namun, pengaturannya perlu diperhatikan.Bila tersedia, gunakan mode resirkulasi agar alat tidak terus-menerus memasukkan udara dari luar saat kondisi udara sedang buruk. Pastikan filter pendingin udara dibersihkan secara rutin.Filter yang kotor dapat menampung debu dan mengurangi kinerja alat. Selain itu, kelembapan yang tidak terkendali dapat mendukung pertumbuhan jamur pada area tertentu.Pendingin udara biasa tidak selalu mampu menyaring seluruh partikel halus. Karena itu, fungsi pendinginan dan fungsi penyaringan udara perlu dipahami sebagai dua hal yang berbeda.Waspadai Kelembapan dan JamurRumah yang terlalu tertutup juga dapat menjadi lembap, terutama apabila sirkulasi udara buruk, terdapat kebocoran, atau pakaian sering dikeringkan di dalam ruangan.Kelembapan dapat memicu tumbuhnya jamur pada dinding, plafon, kamar mandi, lemari, dan perabot. Tanda yang perlu diperhatikan antara lain bau apek, bercak hitam atau kehijauan, serta embun yang sering muncul pada jendela atau dinding.Ventilasi yang tidak memadai dapat ditandai oleh udara pengap, bau yang menetap, dan kondensasi pada permukaan rumah.Segera perbaiki sumber kebocoran dan keringkan area yang basah. Hindari hanya mengecat ulang dinding berjamur tanpa mengatasi sumber kelembapannya.Siapa yang Perlu Lebih Dilindungi?Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk.Anak-anak bernapas lebih cepat dibandingkan orang dewasa dan masih mengalami perkembangan paru. Sementara itu, lansia atau orang dengan penyakit kronis dapat lebih mudah mengalami perburukan gejala.Keluhan akibat udara buruk dapat berupa mata perih, hidung dan tenggorokan teriritasi, batuk, sakit kepala, atau sesak. Asap dan partikel halus dapat memperburuk gangguan pernapasan pada kelompok rentan.Apabila muncul sesak berat, nyeri dada, kebiruan pada bibir, penurunan kesadaran, atau gejala memburuk dengan cepat, segera cari pertolongan medis.Langkah Sederhana Menjaga Udara RumahKeluarga dapat memulai dengan memeriksa indeks kualitas udara sebelum membuka jendela atau melakukan aktivitas di luar rumah.Ketika udara luar buruk, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya partikel. Kurangi kegiatan yang menghasilkan asap, gunakan penghisap dapur, atur pendingin udara pada mode resirkulasi, dan jalankan penyaring udara bila tersedia.Ketika udara luar membaik, lakukan ventilasi secara singkat agar udara pengap dan pencemar dari dalam dapat keluar. Pilih waktu ketika lalu lintas tidak terlalu padat dan tidak terdapat asap pembakaran di sekitar rumah.Bersihkan rumah dengan cara yang tidak membuat debu beterbangan, rawat filter secara rutin, dan jadikan rumah sebagai kawasan bebas asap rokok.Jadi, apakah menutup jendela sudah cukup melindungi keluarga dari polusi? Jawabannya belum tentu.Menutup jendela dapat mengurangi paparan ketika udara luar sedang buruk, tetapi tidak menghentikan seluruh polutan. Kualitas udara rumah tetap dipengaruhi oleh celah bangunan, kegiatan memasak, asap rokok, produk rumah tangga, kelembapan, dan kebersihan ventilasi.Rumah yang sehat bukan hanya rumah yang tertutup dari polusi luar, melainkan rumah yang mampu mengendalikan sumber pencemar dari dalam serta mengatur pertukaran udara sesuai kondisi.