Alumni La Masia di Final Pildun 2026, Cara Akademi Barca Cetak Talenta Terbaik

Wait 5 sec.

Pendukung Spanyol memegang poster Lionel Messi beropse dengan Lamine Yamal saat mengunjungi ruang ganti Barcelona sebagai bagian dari pemotretan kalender amal pada tahun 2007 menjelang pertandingan final UEFA Euro 2024 di Berlim, pada 14 Juli 2024. Foto: Ina Fassbender/AFPFinal Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua nama yang selama ini hanya bisa disandingkan lewat perbandingan, bukan pertandingan langsung, yakni Lionel Messi dan Lamine Yamal. Keduanya adalah produk jebolan La Masia, sebutan untuk akademi FC Barcelona. Kenapa La Masia bisa mencetak banyak talenta hebat?Argentina memastikan tiket final usai mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal, sementara Spanyol melaju usai menundukkan Prancis 2-0. Laga puncak akan digelar Minggu, 19 Juli 2026, atau Senin, 20 Juli 2026 WIB, di MetLife Stadium, New Jersey.Ini akan jadi pertemuan pertama Messi dan Yamal di lapangan hijau sepanjang karier mereka. Bahkan saat Messi masih membela Paris Saint-Germain, keduanya tak pernah satu kali pun berpapasan di kompetisi Liga Champions.Messi, yang tampil gemilang dengan delapan gol dan empat assist sepanjang turnamen, mengakui laga final kali ini akan sangat berat karena banyak pemain Spanyol yang ia kenal langsung sebagai rekan maupun lawan di Barcelona.“Beberapa anggota skuad bermain untuk Barca, sebuah klub yang sangat berarti bagi saya dan masih terus saya ikuti perkembangannya. Ini akan menjadi final Piala Dunia yang istimewa dan tentu saja, saya memperkirakan pertandingannya akan berlangsung sangat ketat," tuturnya dalam laporan FIFA.Para pemain tim nasional Spanyol berfoto bersama sebelum dimulainya laga Grup H Piala Dunia FIFA 2026 melawan Arab Saudi di Atlanta Stadium, Georgia, AS, Minggu (21/6/2026). Foto: Bernadett Szabo/REUTERSYamal, di sisi lain, tak menyembunyikan rasa hormatnya pada sang idola sekaligus mendiang seniornya di Barcelona itu. Ia pernah menyebutkan bahwa Messi adalah “Pemain terbaik dalam sejarah," dalam wawancara kepada RTVE (21/6).Hubungan keduanya sebenarnya sudah terjalin sejak lama, jauh sebelum Yamal dikenal dunia. Pada 2007, saat masih berusia sekitar 6 bulan, Yamal pernah difoto bersama Messi dalam sesi pemotretan amal bersama UNICEF di ruang ganti Camp Nou. Kala itu, fotografer Joan Monfort dari kantor berita AP menceritakan Messi yang masih berusia 20 tahun sempat kikuk saat diminta menggendong bayi tersebut."Semesta seakan mendukung ketika Lamine bertemu Messi, tetapi prosesnya sangat sulit," kata Monfort dalam laporan ESPN, 10 Juli 2024 yang diperbarui pada 15 Juli 2026. "Messi sangat tertutup dan pemalu. Dia masuk ke ruang ganti dan mendapati sebuah bak mandi plastik berisi air dengan seorang bayi di dalamnya. Pada awalnya, dia tidak tahu cara menggendong [Yamal]."Pertemuan ini juga menjadi sorotan karena faktor usia dan generasi. Messi berusia 39 tahun dan laga final ini bisa jadi penampilan terakhirnya bersama Timnas Argentina, sementara Yamal baru menginjak usia 19 tahun dan mulai dipandang sebagai penerus tahta sepak bola dunia. Meski demikian keduanya punya kesamaan, yakni sama-sama produk didikan La Masia, akademi legendaris milik FC Barcelona.Tampak luar bangunan anyar La Masia yang diresmikan pada 2011. Foto: AFP/Josep LagoBagaimana Akademi Barcelona Cetak Talenta Terbaik?Messi bergabung sejak usia 13 tahun dan tampil 17 musim bersama tim utama Barcelona, sedangkan Yamal masuk akademi sejak usia 7 tahun sebelum debut di usia 15 tahun pada April 2023.Keseriusan La Masia dalam mendidik talenta mereka terlihat ketika kala itu Messi yang berusia 10 tahun didiagnosa mengidap Growth Hormone Deficiency. Orang tuanya tak mampu membayarkan biaya terapi agar tinggi Messi tetap berkembang. Namun, berkat bakat Messi yang terendus FC Bacelona itu, klub tersebut rela gelontorkan dana investasi 1.500 dolar AS per bulan untuk membayar terapinya.Sementara bagi Lamine Yamal, dampak La Masia bagi dirinya adalah bagaimana dia bermain sepak bola. “Sepak bola saya adalah tentang kegembiraan. Saya bermain agar orang-orang bisa menikmati tontonannya. Ini bukan tentang satu juta rekor atau satu juta gol," katanya dalam wawancara dengan CBS News on 60 Minutes pada 12 Januari 2026.Filosofi yang diajarkan di akademi pun berlanjut hingga dia debut pro dengan Barca saat ia masih berusia 15 tahun. Keseriusan klub Katalan itu pun berlanjut usai berhasil menjaga Yamal melewati fase rentan cedera, saat ia bertambah 10 cm dalam setahun saat usianya beranjak dari 16-17 tahun.“Jenis pertumbuhan ini normal pada anak berusia 16-17 tahun,” jelas Dr. Eduard Alentorn, seorang ahli traumatologi di Institut Cugat, sambil menambahkan perlunya pemantauan ketat atas hal itu. Laporan media lokal Barcelona, ElNacional, bahkan menyebut Yamal mengikuti program khusus untuk menghadapi pertumbuhan itu.Kapten Argentina Lionel Messi merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya setelah pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 melawan Mesir di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, AS, Selasa (7/7/2026). Foto: Carlos Barria/REUTERSKeduanya hanya sebagian dari total sembilan orang lulusan La Masia yang akan manggung di puncak Piala Dunia 2026. Sebagian besar terlihat di skuad Spanyol dan berdasarkan laporan EverythingBarca, untuk pertama kalinya dalam sejarah, skuad Piala Dunia Spanyol sama sekali tidak diisi pemain Real Madrid.Sebaliknya, delapan pemain berlatar belakang Barcelona, termasuk Yamal, masuk dalam skuad, menandai pergeseran kekuatan sepak bola Spanyol yang dulunya didominasi duopoli Real Madrid-Barcelona.Minggu ini, dua wajah dari akademi yang sama tersebut akan berhadapan langsung, bukan lagi lewat perbandingan di atas kertas, melainkan di lapangan hijau, memperebutkan trofi paling bergengsi dalam sepak bola dunia.