HUT ke-105 PKT, Pendapatan Penduduk China Lewati USD 13.000 per Kapita

Wait 5 sec.

Dubes China Wang Lutong di Kedutaan Besar Republik Rakyat China, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparanDuta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyampaikan beberapa capaian pembangunan yang telah diraih China sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, salah satunya yaitu meningkatnya produk domestik bruto (PDB) per kapita dari kurang dari USD 50 menjadi lebih dari USD 13.000.Hal itu Wang ungkapkan dalam perayaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-105 Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Kedutaan Besar Republik Rakyat China, Jakarta, Rabu (15/7).“Sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, harapan hidup masyarakat meningkat dari sekitar 35 tahun menjadi lebih dari 79 tahun. PDB per kapita meningkat dari kurang dari USD 50 menjadi lebih USD 13.000 saat ini,” sebut Wang dalam sambutannya di Kedutaan Besar Republik Rakyat China, Jakarta, Rabu (15/7).Menurut Wang, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembangunan yang dijalankan dengan berlandaskan kondisi nasional China. Ia mengatakan, PKT tidak meniru model pembangunan negara lain, melainkan menggabungkan prinsip dasar Marxisme dengan kondisi nyata di China serta budaya tradisional China.“Partai Komunis Tiongkok berasal dari rakyat, berakar pada rakyat, dan mengabdi kepada rakyat. Baik dalam memperjuangkan kemerdekaan nasional, mengembangkan Perekonomian, hingga mengentaskan kemiskinan,” tutur Wang.Ia memaparkan, sejak kebijakan reformasi dan keterbukaan diberlakukan, lebih dari 800 juta penduduk China berhasil keluar dari kemiskinan. Khususnya sejak Kongres Nasional PKT ke-18, hampir 100 juta penduduk miskin di pedesaan berhasil dituntaskan sehingga kemiskinan absolut di China berhasil dihapuskan.“Tiongkok telah membangun sistem pendidikan, layanan kesehatan, dan jaminan sosial terbesar di dunia,” lanjut Wang.Katanya, angka partisipasi pendidikan wajib telah melampaui 95 persen, sedangkan program asuransi kesehatan dasar telah mencakup lebih dari 1,3 miliar penduduk. Ia menegaskan modernisasi ala China merupakan upaya membawa lebih dari 1,4 miliar penduduk menuju kemajuan bersama.“Modernisasi ala Tiongkok adalah modernisasi yang membawa lebih dari 1,4 miliar rakyat bersama-sama menuju kemajuan,” kata Wang.Hubungan RI-China Terus BerkembangDubes China untuk Indonesia Wang Lutong di acara FPCI China-Indonesia Think Thank and Media Forum, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparanDi sisi lain, Wang juga mengatakan China dan Indonesia sama-sama merupakan negara berkembang besar yang memiliki sejarah panjang serta sama-sama menjunjung tinggi kemandirian.Ia menilai hubungan kedua negara terus berkembang di bawah arahan kedua kepala negara dengan kerja sama yang semakin erat di bidang infrastruktur, kawasan industri, ekonomi digital, pembangunan hijau, pertanian, pendidikan, serta pertukaran budaya dan antarmasyarakat.“Saat ini, Tiongkok sedang mendorong modernisasi ala Tiongkok, sementara Indonesia tengah menuju visi Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.Wang berharap China dapat terus memperkuat pertukaran dengan Pemerintah Indonesia dan berbagai partai politik di Indonesia, khususnya terkait tata kelola negara, pengentasan kemiskinan, pembangunan, tata kelola sosial serta pembangunan partai guna mempererat hubungan bilateral dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan.“Marilah kita memperkuat saling pengertian, memperluas kesepahaman, menghimpun kekuatan bersama, mendorong hubungan bilateral, mencapai perkembangan yang lebih besar,” sebut Wang.Adapun ekonomi China tumbuh melambat 4,3 persen pada kuartal II 2026. Angka ini lebih rendah dari perkiraan dan menjadi yang terlambat dalam lebih dari tiga tahun terakhir.Menurut data yang dirilis Biro Statistik Nasional (NBS) China pada Rabu (15/7), Produk Domestik Bruto (PDB) China di paruh kedua ini berada di bawah batas bawah target resmi pemerintah tahun ini yang dipatok pada kisaran 4,5 persen hingga 5 persen. Sebagai perbandingan, para ekonom yang disurvei Bloomberg sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,5 persen, setelah kuartal pertama tumbuh 5 persen.