BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) bukan toko ritel modern atau supermarket.“Bukan supermarket,” tegas Zulhas sebelum menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.Zulhas mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi Kopdes. Menurutnya, sebagian masyarakat menganggap Kopdes akan menggantikan peran toko ritel modern.Ia menjelaskan Kopdes berperan sebagai offtaker yang menyerap hasil produksi petani, peternak, dan nelayan. Melalui peran tersebut, Kopdes membantu petani, peternak, dan nelayan memperoleh harga yang layak sesuai standar pemerintah.“Kalau harga gabah turun di bawah standar yang kami tetapkan, koperasi bisa membeli gabah, jagung, dan komoditas lainnya,” ujar Zulhas.Selain menyerap hasil produksi masyarakat, Kopdes juga menyalurkan berbagai program pemerintah. Kopdes akan menyalurkan bantuan sosial (bansos), barang bersubsidi, serta berbagai bantuan lainnya langsung kepada masyarakat desa.“Bantuan-bantuan, bansos, barang-barang subsidi itu harus melalui Kopdes. Dengan begitu penyalurannya lebih jelas karena setiap desa memiliki Kopdes,” katanya.Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simpkopdes) per 14/7/2026, pemerintah telah membentuk 83.382 koperasi, meski belum seluruhnya memiliki bangunan fisik.Dari jumlah tersebut, pemerintah menerima 38.054 usulan lahan untuk pembangunan koperasi. Tim verifikasi telah memverifikasi 35.867 usulan, sebanyak 19.296 koperasi masih menjalani proses pembangunan, dan 16.091 koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik hingga 100 persen. (*)