Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz , seperti terlihat dari Musandam, Oman, 11 Juni 2026. Foto: REUTERS/StringerKetegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Presiden AS Donald Trump mengumumkan negaranya memberlakukan kembali blokade terhadap Iran sekaligus memastikan Selat Hormuz tetap dibuka untuk pelayaran internasional di bawah pengawasan Washington.Pengumuman itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Senin (14/7) waktu setempat. Langkah tersebut diambil setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan rudal dan drone dalam beberapa hari terakhir."Selat Hormuz terbuka, dan akan tetap terbuka, dengan atau tanpa Iran. Kami memberlakukan kembali blokade Iran," kata Trump dikutip dari Reuters.Trump juga menyatakan Amerika Serikat akan bertindak sebagai "penjaga Selat Hormuz" dan mengusulkan tarif sebesar 20 persen untuk seluruh kargo yang melintasi jalur pelayaran tersebut sebagai kompensasi atas pengamanan yang dilakukan AS.Pernyataan itu langsung ditolak Teheran. Komando militer gabungan Iran menegaskan Amerika Serikat tidak memiliki kewenangan menentukan masa depan Selat Hormuz maupun mencampuri pengelolaan jalur pelayaran tersebut.Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyesuaikan kacamatanya saat konferensi pers setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Rusia, 17 Desember 2025. Foto: REUTERS/Ramil SitdikovMenteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan negaranya tetap menjadi penjaga Selat Hormuz."Teheran adalah penjaga Selat Hormuz dan akan tetap demikian selamanya," tulis Araqchi di media sosial X. Menanggapi usulan tarif Trump, ia menyindir, "20 persen terlalu mahal. Kami akan bersikap adil."Di sisi lain, Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa menolak rencana pengenaan biaya tersebut. Lembaga itu menegaskan tidak ada dasar hukum internasional untuk mewajibkan kapal membayar tarif saat melintasi selat yang digunakan sebagai jalur pelayaran internasional.Sementara Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin Angkatan Laut AS mengumumkan blokade terhadap Iran akan mulai berlaku pada Selasa (15/7) pukul 20.00 GMT. Kebijakan itu disebut mencakup seluruh pelabuhan dan terminal minyak Iran, tetapi tidak menghalangi kapal-kapal netral yang melintas menuju negara lain maupun pengiriman bantuan kemanusiaan setelah melalui proses pemeriksaan.Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sebelum konflik pecah pada Februari lalu, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas global melewati selat tersebut setiap hari.Jejak rudal terlihat melintasi langit di atas Netanya, Rabu (8/4/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Foto: Jack Guez/AFPSerangan BerlanjutDi tengah memanasnya situasi, kedua negara kembali saling menyerang.Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukannya menyerang sejumlah fasilitas pemeliharaan kapal dan kapal selam milik Iran menggunakan drone pada Minggu (13/7).Media pemerintah Iran melaporkan serangan itu menyasar sejumlah fasilitas militer di Qeshm, Bandar Abbas, dan Abadan. Sedikitnya dua orang dilaporkan tewas dalam serangan di Abadan.Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Iran juga mengaku menghantam sistem radar di Oman serta depot bahan bakar dan amunisi di Pangkalan Udara Pangeran Hassan, Yordania.Bahrain menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone yang diluncurkan Iran pada Senin pagi.Eskalasi terbaru ini semakin memperkecil peluang berlanjutnya kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran yang sebelumnya dimaksudkan untuk menghentikan konflik dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi terkait konflik Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFPTrump mengaku masih membuka peluang dialog, tetapi menilai Iran telah berulang kali melanggar kesepakatan."Kami sudah membuat kesepakatan. Lalu mereka melanggarnya. Mereka selalu melanggarnya. Jadi kami akan menyerang mereka dengan sangat keras," kata Trump.Sikap serupa disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf yang menegaskan negaranya tidak lagi akan menerima kesepakatan sepihak.Di saat bersamaan, konflik mulai meluas ke kawasan lain. Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi dari Yaman ke wilayah selatan kerajaan, menambah daftar negara yang terdampak eskalasi konflik di kawasan Teluk.