Logo Microsoft terlihat saat presentasi Xbox One di Shanghai pada 30 Juli 2014. Foto: Johannes Eisele/AFPMicrosoft merilis pembaruan untuk menambal 570 celah keamanan (bug) pada Windows, Office, dan sejumlah produk teknologi lainnya. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi dalam pembaruan keamanan bulanan perusahaan.Ratusan perbaikan itu diluncurkan pada Selasa (14/7) waktu setempat dalam agenda rutin yang dikenal oleh peneliti keamanan sebagai 'Patch Tuesday'. Microsoft menyebut penggunaan kecerdasan buatan (AI) ikut mendorong lonjakan jumlah kerentanan yang berhasil ditemukan.Setidaknya dua dari 570 bug tersebut masuk kategori zero-day. Istilah zero-day mengacu pada celah keamanan yang telah dieksploitasi peretas sebelum pengembang mengetahui atau sempat memperbaikinya.Salah satu celah memengaruhi Windows Server. Kerentanan tersebut memungkinkan peretas meningkatkan hak akses dari pengguna terbatas menjadi administrator sistem.Celah lain ditemukan pada SharePoint, platform Microsoft yang digunakan organisasi untuk berbagi berkas dan berkolaborasi. Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) memperingatkan bahwa peretas telah aktif mengeksploitasi kerentanan tersebut untuk membobol organisasi.Kantor Microsoft di Redmond. Foto: Matt Mills McKnight/REUTERSSebelumnya, Microsoft telah memperingatkan bahwa jumlah perbaikan dalam pembaruan bulanan kali ini akan jauh lebih banyak dibandingkan biasanya. Perusahaan mengaitkan peningkatan itu dengan pemanfaatan AI untuk membantu karyawannya menemukan bug keamanan yang sebelumnya belum terdeteksi dalam perangkat lunak."Ketika AI membantu tim pertahanan menemukan lebih banyak masalah, pelanggan akan melihat volume pembaruan yang lebih tinggi dalam setiap rilis keamanan," kata Presiden Windows dan Perangkat Microsoft, Pavan Davuluri, mengutip TechCrunch.Penggunaan AI untuk mencari kerentanan peranti lunak semakin berkembang seiring meningkatnya kemampuan model dalam membaca, menganalisis, dan menguji kode. Teknologi tersebut membantu peneliti keamanan menelusuri basis kode berukuran besar dan mengenali pola yang berpotensi membuka jalan bagi serangan.Kemampuan ini menjadi penting bagi Microsoft karena sebagian kode Windows telah dikembangkan sejak beberapa dekade lalu. Bug yang tidak terdeteksi dapat tetap tersimpan selama bertahun-tahun sebelum ditemukan oleh peneliti atau dimanfaatkan oleh peretas.