Strategi Mazda Hadapi Ketatnya Pasar Mobil Indonesia

Wait 5 sec.

Deretan mobil Mazda. Foto: Fitra Andrianto/kumparanPersaingan industri otomotif di Indonesia kini semakin ramai. Kehadiran merek-merek baru, terutama dari China, membuat peta persaingan makin ketat dalam beberapa tahun terakhir.Dampaknya mulai terasa di lapangan. Beberapa diler dari merek Jepang bahkan beralih menjual merek lain demi bertahan di tengah tekanan pasar.Fenomena ini sebelumnya juga sempat terjadi pada jaringan Honda yang berubah menjadi merek China. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa persaingan di industri otomotif tidak lagi bisa dianggap biasa.Namun di tengah situasi tersebut, Mazda Indonesia justru memilih jalan berbeda. Alih-alih mengubah strategi secara drastis, Mazda tetap berpegang pada identitas merek yang sudah lama dibangun.Chief Operating Officer (COO) PT Eurokars Motor Indonesia sekaligus Presiden Direktur Mazda Indonesia Ricky Thio. Foto: Fitra Andrianto/kumparanPresiden Direktur Mazda Indonesia, Ricky Thio, menegaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam menghadapi kompetisi."Yang pertama, saya selalu-selalu ngomong, stay true to your own value. Saya nggak akan pernah bosen untuk bilang Jinba-Ittai, Kodo Design. That's it," kata Ricky saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).Menurutnya, filosofi Jinba-Ittai yang menekankan kesatuan antara pengemudi dan kendaraan, serta desain Kodo yang khas, menjadi kekuatan utama Mazda. Identitas inilah yang membuat Mazda tetap berbeda di tengah banyaknya pilihan mobil di pasar Tanah Air.Selain mempertahankan karakter produk, Mazda juga terus membenahi jaringan dilernya. Langkah ini penting agar pelanggan tetap mendapatkan pengalaman terbaik saat membeli maupun merawat kendaraan.Kondisi diler GWM Jemursari, sebelumnya merupakan diler Honda. Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan"Yang kedua tentunya ya kita network selalu kita perbaiki. Yang pasti misalnya kan, bagaimana network kita di titik-titik kota-kota itu masih relevan, masih kuat, dan masih bisa memberikan pengalaman terbaik terhadap customer."Mazda memastikan, hingga saat ini kondisi jaringan dilernya masih stabil. Perusahaan mengklaim tidak mengalami masalah seperti penutupan diler yang dialami beberapa merek lain."Mazda tenang-tenang saja," tegasnya Ricky.Lebih lanjut, Ricky menekankan, saat ini Mazda memiliki sekitar 30 diler yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Seluruh diler tersebut dipastikan masih beroperasi normal dan melayani konsumen.Gempuran merek ChinaPengunjung melihat kendaraan di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 di ICE-BSD City, Tangerang, Rabu (17/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanPameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 bakal menghadirkan sederet merek baru yang akan meramaikan persaingan industri otomotif nasional.Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo, Anton Kumonty, menyampaikan sedikitnya ada 10 merek baru yang ikut serta dalam ajang ini. Sementara total peserta sebanyak 65 merek, terdiri dari kendaraan penumpang, kendaraan komersial, sepeda motor, karoseri, dan ratusan merek industri pendukung."Tahun ini akan menjadi penyelenggaraan GIIAS dengan merek yang tidak hanya terbanyak namun juga terlengkap dengan hadirnya total 10 merek yang baru pertama kali ikut serta di ajang ini," kata Anton di Jakarta, Senin (13/7).Beberapa merek baru tersebut berasal dari China mulai dari BAW, Changan, iCar, Leapmotor, Solarky, hingga Zeekr.