Densus 88: Siswa MAN 3 Padang Mengaku Terinspirasi Peristiwa Bom SMA 72 Jakarta

Wait 5 sec.

Tim Gabungan melakukan pengecekan lokasi ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Selasa (14/7/2026). Foto: kumparanDensus 88 Antiteror Polri mengungkap pengakuan awal siswa berinisial R (17), yang diduga membawa bom rakitan ke MAN 3 Padang, Sumatera Barat. R mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak melalui internet dan terinspirasi dari peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan, pengakuan tersebut masih didalami penyidik dan belum menjadi kesimpulan akhir dalam perkara ini.“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh TIM Penyelidik,” kata Mayndra dalam keterangannya, Selasa (14/7).Selain itu, polisi juga masih mendalami keterangan R terkait dugaan target aksinya.“Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman,” kata Mayndra.Kasus ini kini ditangani bersama oleh Polda Sumatera Barat dan Densus 88 Antiteror Polri. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan berbagai barang bukti dari lokasi kejadian.Peristiwa itu terjadi pada Selasa (14/7), saat seorang siswa kelas XII MAN 3 Padang diduga membawa bom rakitan ke sekolah. Polisi menyebut terdapat empat bom rakitan, satu meledak dan tiga lainnya berhasil diamankan. Berdasarkan penyelidikan awal, aksi tersebut diduga dipicu rasa sakit hati akibat perundungan yang dialami pelaku sejak kelas IX. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.Kasus Bom SMAN 72Ledakan bom terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun 96 orang mengalami luka, mulai dari tingkat ringan hingga berat.Ada total tujuh bom yang dibawa oleh pelaku dan hendak diledakkan di sekolah. Tapi, empat bom yang meledak, sedangkan sisanya berhasil diamankan oleh polisi. Pelaku merupakan siswa di sekolah tersebut.Empat bom itu meledak di dalam masjid dan taman baca yang letaknya dekat dengan bank sampah. Untuk bom yang diledakkan di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai alat pemantiknya.Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan sampah di pabrik menggunakan sumbu.Setelah ledakan, pelaku mengalami luka serius. Dia sempat dibawa ke RS Islam Cempaka Putih. Lalu, dia dirujuk ke RS Polri untuk menjalani perawatan intensif.