BorneoFlash.com,JAKARTA – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat tata kelola penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah strategis untuk menekan jumlah kejadian karhutla.Raja Juli Antoni menegaskan Kementerian Kehutanan tidak hanya menangani kasus karhutla, tetapi juga membenahi regulasi agar pengendalian kebakaran hutan berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan."Yang saya inginkan adalah perbaikan struktural, jadi bukan hanya kasus. Ada regulasi apa yang perlu diperbaiki, apa yang harus kita lakukan agar pengendalian karhutla berubah secara struktural dan berjangka panjang sehingga menjadi landasan yang lebih kuat bagi seluruh pihak," ujar Raja Juli Antoni di Jakarta, Selasa.Raja Juli Antoni memperkuat upaya pencegahan karena musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya. Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Kehutanan menyiapkan langkah-langkah konkret sejak dini agar mampu mengendalikan karhutla secara lebih efektif.Menurutnya, pemerintah tidak hanya harus memadamkan kebakaran, tetapi juga mencegah munculnya titik api agar jumlah kejadian karhutla terus menurun."Target idealnya tentu zero karhutla. Meski sulit dicapai, kami akan menekan jumlah kejadian semaksimal mungkin," katanya.Selain memperkuat pencegahan, Kementerian Kehutanan terus mengevaluasi seluruh instrumen pengendalian karhutla. Kementerian menghitung kebutuhan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), memantau tinggi muka air tanah (TMAT) di wilayah rawan, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan di lapangan.Raja Juli Antoni menegaskan Kementerian Kehutanan akan menyesuaikan seluruh kebutuhan berdasarkan kondisi riil di lapangan agar pengendalian karhutla berjalan lebih efektif dan mampu menekan risiko kebakaran. (*)