Prabowo Minta Maaf Tak Hadir Langsung ke Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara daring di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf dikarenakan tidak bisa hadir langsung melakukan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Alam Cair atau LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Kamis (16/7).Namun, Prabowo hadir melalui video conference langsung dari Istana Merdeka, Jakarta. Dia ditemani Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, hingga Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya."Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video converence ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian," kata Prabowo mengawali sambutannya.Presiden Prabowo berpidato saat meresmikan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela, Kamis (16/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPrabowo pun menegaskan bahwa ketidakhadirannya kali ini akan dibayar untuk kunjungan ke Maluku dalam waktu yang akan datang."Tentunya ini merupakan utang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. Insyaallah saya akan melunasi utang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi," ujarnya.Presiden Prabowo Subianto menyatakan pembangunan proyek gas alam cair (liquified natural gas/LNG) Lapangan Abadi, Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat, resmi dimulai pada Kamis (16/7). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanPada kesempatan itu, Prabowo mengatakan bahwa pembangunan suatu bangsa adalah upaya kerja keras suatu bangsa, adalah perjalanan yang membutuhkan persatuan semua unsur, semua elemen."Dengan demikian Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting," terang dia."Proyek ini hampir 3 dekade, tiga dasawarsa, kita tunggu 3 dekade, 3 dasawarsa, rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," paparnya.