Prabowo Tinjau Hilirisasi Tebu dan Produksi Bioetanol di Malang

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, MALANG - Presiden Prabowo Subianto meninjau pemanfaatan tebu dari hulu hingga hilir, termasuk pengolahan bioetanol, saat menghadiri panen raya di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Lanud Abdulrachman Saleh menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu terintegrasi. TNI Angkatan Udara membina lahan tebu, sementara PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan Pertamina NRE mengolah hasilnya menjadi gula dan bioetanol."Lanud Abdulrachman Saleh Malang menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, pupuk organik, dan berbagai produk bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi serta industri nasional," kata Prasetyo.Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga meninjau pengelolaan lahan pangan yang didampingi TNI. TNI Angkatan Darat mendampingi komoditas padi, TNI Angkatan Laut mendampingi kedelai, dan TNI Angkatan Udara mendampingi tebu.Prasetyo menjelaskan, sepanjang Januari–Juni 2026, TNI Angkatan Darat mendampingi 6,26 juta hektare lahan padi yang menghasilkan sekitar 19,2 juta ton beras atau 55,24 persen dari target produksi beras nasional 2026.Di sektor kedelai, TNI Angkatan Laut mendampingi 2.432 hektare lahan dengan potensi produksi 3.676 ton. Sementara itu, TNI Angkatan Udara mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula, yang memenuhi 45,05 persen target produksi gula nasional 2026.Pemerintah optimistis dapat mencapai swasembada pangan melalui kolaborasi TNI, kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan petani. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)