Transaksi Koperasi Merah Putih Capai Rp56,8 Miliar

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Nilai transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai Rp56,8 miliar sepanjang 2026. Pupuk menjadi komoditas dengan penjualan tertinggi berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes).Data Simkopdes yang diakses di Jakarta, Jumat pukul 15.30 WIB, mencatat sebanyak 54.316 transaksi dengan total nilai Rp56,8 miliar.Pupuk NPK Phonska menjadi produk dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp15,09 miliar dari volume transaksi 8,17 juta. Posisi kedua ditempati pupuk Urea N 46 persen dengan nilai transaksi Rp11,27 miliar dari volume 6,20 juta.Selain pupuk, transaksi KDKMP juga didominasi kebutuhan pokok dan barang subsidi. Minyak goreng Bimoli kemasan 2 liter mencatat transaksi Rp3,63 miliar, beras medium SPHP kemasan 5 kilogram Rp2,49 miliar, beras Rp1,14 miliar, LPG 3 kilogram Rp486 juta, dan gula kemasan 1 kilogram Rp284,78 juta.Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pemerintah akan memperkuat peran KDKMP sebagai pusat distribusi barang bersubsidi bagi masyarakat.Ferry mengatakan rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto telah memutuskan penyaluran LPG 3 kilogram, pupuk, minyak goreng, dan beras melalui jaringan KDKMP."Insyaallah dalam waktu dekat akan dikeluarkan Peraturan Presiden untuk mengatur distribusi barang-barang bersubsidi," ujar Ferry.Hingga Jumat, Simkopdes mencatat pembentukan 83.380 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebanyak 60.783 koperasi di antaranya telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).Pembangunan gerai fisik KDKMP juga terus berlangsung. Dari 38.050 lahan yang diajukan, sebanyak 35.856 lahan telah lolos verifikasi.Sebanyak 470 lokasi yang telah terverifikasi belum memulai pembangunan, 18.855 lokasi masih dalam tahap konstruksi, dan 16.531 gerai telah mencapai progres pembangunan 100 persen. (*)