15 Restoran di Selandia Baru Dapat Bintang Michelin

Wait 5 sec.

Ilustrasi dapur restoran Foto: Shutter StockSelandia Baru resmi masuk dalam jaringan global MICHELIN Guide untuk pertama kalinya. Edisi perdana MICHELIN Guide Selandia Baru 2026 mengakui 110 restoran di empat kota utama, yakni Auckland, Wellington, Christchurch, dan Queenstown.Setelah menjalani proses penilaian anonim selama beberapa bulan, sebanyak 15 restoran berhasil meraih bintang Michelin. Satu restoran memperoleh "Two MICHELIN Stars", sementara 14 lainnya dianugerahi "One MICHELIN Star".International Director of the MICHELIN Guide, Gwendal Poullennec, mengungkapkan, bahwa jarang penghargaan sebanyak ini diberikan untuk peluncuran perdana.Ilustrasi restoran. Foto: Shutterstock"Performa Selandia Baru sangat luar biasa. Dari keempat wilayah, setiap kota di Selandia Baru menampilkan sisi berbeda dari budaya makanan negara ini. Namun semuanya memiliki satu tema sentral: kemurnian," kata Poullennec seperti dikutip dari keterangan resminya.Satu-satunya restoran yang meraih Two MICHELIN Stars adalah Essence di Queenstown. Restoran yang dipimpin Executive Chef Paul Froggatt itu, dinilai berhasil menghadirkan pengalaman bersantap yang menonjolkan karakter bahan-bahan lokal Selandia Baru.Sementara itu, restoran yang memperoleh "One MICHELIN Star" tersebar di empat kota. Di Auckland terdapat Ahi, Mudbrick, Paris Butter, Tala, dan The Estate. Wellington memiliki Jano Bistro, Logan Brown, serta Ortega.Di Christchurch, penghargaan diberikan kepada Inati dan Tussock Hill. Sementara Queenstown menambah empat restoran berbintang, yakni Amisfield, Kika, Rātā, dan Sherwood.Restoran Bib GourmandIlustrasi restoran. Foto: ShutterstockSelain penghargaan bintang Michelin, sebanyak 35 restoran juga menerima penghargaan Bib Gourmand, kategori yang diberikan kepada restoran dengan kualitas makanan yang dinilai baik namun tetap menawarkan harga yang relatif terjangkau. Sementara 60 restoran lainnya masuk dalam daftar "MICHELIN Guide Selected", sebagai pengakuan atas kualitas kuliner yang dinilai konsisten.International Director MICHELIN Guide, Gwendal Poullennec, menilai debut Selandia Baru tergolong istimewa. Menurutnya, setiap kota memiliki karakter kuliner yang berbeda, namun semuanya disatukan oleh kualitas bahan musiman, hasil alam yang segar, serta pendekatan memasak yang menghormati cita rasa asli bahan pangan.Masuknya Selandia Baru ke MICHELIN Guide juga dinilai memperlihatkan identitas kuliner negara tersebut yang erat dengan konsep Tiakitanga, yaitu prinsip menjaga dan melestarikan alam; serta Manaakitanga, nilai keramahan masyarakat Māori yang tercermin dalam pengalaman bersantap. Kedua nilai tersebut menjadi bagian penting dalam cara restoran menyajikan makanan sekaligus menyambut tamu.Pengakuan dari MICHELIN Guide ini diharapkan semakin memperkuat posisi Selandia Baru sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di kawasan Oseania, sekaligus memperkenalkan kekayaan bahan lokal dan tradisi gastronominya kepada wisatawan mancanegara.