Ilustrasi kilang minyak di AS. Foto: Jim Parkin/ShutterstockHarga minyak mentah naik tipis pada perdagangan Rabu (15/7). Hal itu didorong oleh penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan dan sentimen pasar yang tidak terlalu bereaksi terhadap serangan baru AS ke instalasi militer Iran.Dikutip dari Reuters pada Kamis (16/7), harga minyak mentah Brent ditutup pada USS 84,95 per barel, naik 22 sen atau 0,26 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir di USD 79,60 per barel, naik 26 sen atau 0,33 persen.Adapun Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 1,7 juta barel pada pekan lalu. Penurunan itu lebih kecil dibandingkan perkiraan sebelumnya yang memprediksi penurunan sebesar 2,6 juta barel.Di samping itu, EIA juga melaporkan persediaan produk sulingan meningkat 4,6 juta barel pada pekan lalu. Angka itu jauh di atas perkiraan kenaikan sebesar 100.000 barel."Sepertinya ada anggapan bahwa kita pernah melihat situasi seperti ini sebelumnya. Ada kesan dari laporan EIA bahwa pasokan bukannya menghilang, tetapi mulai stabil," kata analis senior Price Futures Group, Phil Flynn.CPODikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak Agustus mengalami penurunan 0,35 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.514 per ton.Batu BaraSementara itu harga batu bara berjangka Newcastle mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak Agustus menguat 0,11 persen ke level USD 131,30 per ton.NikelHarga nikel mengalami penguatan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel menguat 0,23 persen ke level USD 16.803 per ton.TimahHarga timah justru turun 1,92 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange saat ini harga timah ada pada level USD 52.780 per ton.