BorneoFlash.com, PENAJAM – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Peran tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Seno Aji, saat menghadiri Welcome Dinner Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) FKUB se-Kaltim Tahun 2026 di Gedung Graha Pemuda Pangeran Singa Negara, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, pada Rabu (15/7/2026).Mengusung tema "Perkuat Sinergi dalam Merawat Kerukunan dan Keberlangsungan IKN Menuju Indonesia Emas 2045", Rakorda menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi seluruh FKUB kabupaten dan kota dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Benua Etam. lihat foto Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menjabat tangan Wakil Bupati Nanang Adriani dan memberikan apresiasi atas keberhasilan FKUB Kutai Barat bersama TNI, Polri, Pemda dalam menjaga situasi tetap kondusif saat kunjungan Ustaz Abdul Somad beberapa waktu lalu. Foto: HO/Diskominfo KubarSeno Aji menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk."FKUB memiliki peran penting dalam mencegah potensi perpecahan sekaligus mempererat persaudaraan antarumat beragama di Kalimantan Timur," ujarnya.Menurutnya, keberagaman agama merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Selama FKUB menjalankan fungsinya secara aktif, potensi konflik berlatar belakang agama dapat diminimalkan.Sebagai contoh, Seno mengapresiasi keberhasilan FKUB Kutai Barat bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dalam menjaga situasi tetap kondusif saat kunjungan Ustaz Abdul Somad beberapa waktu lalu."Ini menjadi bukti bahwa komunikasi antarumat beragama sangat penting dalam menjaga kondusivitas daerah," katanya.Ia juga menyampaikan pesan Menteri Agama KH Nasaruddin Umar yang menekankan bahwa pembangunan IKN harus berjalan beriringan dengan penguatan kehidupan beragama agar tercipta masyarakat yang damai, harmonis, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.Selain itu, pemerintah daerah diminta memastikan pemerataan pembangunan rumah ibadah bagi seluruh pemeluk agama sebagai bentuk keadilan dan penghormatan terhadap keberagaman."Jangan sampai ada satu agama pun yang merasa dikesampingkan. Semua harus mendapatkan perhatian yang sama," tegasnya.Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, mengapresiasi arahan dan perhatian Wagub Kaltim terhadap peran FKUB dalam menjaga keharmonisan masyarakat di daerah.Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh FKUB di Kaltim untuk terus memperkuat sinergi dalam merawat toleransi dan persaudaraan. lihat foto Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani berfoto bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat menghadiri Welcome Dinner Rakorda FKUB se-Kaltim Tahun 2026 di Gedung Graha Pemuda Pangeran Singa Negara, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Rabu (15/7/2026). Foto: HO/Diskominfo Kubar"Beliau memberikan apresiasi karena FKUB di Kaltim mampu menghadirkan kesejukan di daerah masing-masing. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama," ujar Nanang.Ia menambahkan, keberagaman yang dimiliki Kalimantan Timur merupakan modal besar dalam membangun daerah. Karena itu, nilai-nilai toleransi dan kebersamaan harus terus dipelihara agar kehidupan masyarakat tetap rukun dan damai."Harapan kami, setelah Rakorda ini, semangat kebersamaan, toleransi, dan kerukunan yang selama ini telah terjalin dapat terus dipertahankan serta diwariskan kepada generasi mendatang, khususnya di Kutai Barat," pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Kubar)