Mancing ikan: Terapi tetap waras di tengah tekanan hidup yang melelahkan

Wait 5 sec.

Sumber stres “in this economy” ada banyak macamnya, dari tekanan pekerjaan, biaya hidup yang makin mahal, kacaunya kebijakan pemerintah, hingga bisingnya media sosial. Tanpa disadari, sederet hal tersebut mendorong tubuh kita memproduksi hormon stres (kortisol dan adrenalin) yang memicu respons siaga tubuh (fight or flight). Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan burnout (lelah dan stres terus-menerus) hingga mengganggu kesehatan mental dan fisik kita. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk keluar dari situasi stres. Salah satunya dengan memancing ikan—yang menurut sejumlah penelitian bisa memberikan efek menenangkan. Baca juga: Penyakit anak muda: Mengapa sering stres bisa memicu GERD? Memancing bikin pikiran lebih relaksPenelitian tahun 2022 dalam jurnal Ecosystems and People, memperkirakan ada nyaris 60 juta pemancing di seluruh dunia, termasuk di Indonesia—negeri maritim yang jumlah ikannya melimpah ruah. Selama 2024 saja, ada 480 ribu ton ikan yang ditangkap di perairan darat Indonesia (termasuk kolam pemancingan). Sementara di laut, jumlah ikan tangkap mencapai 7,3 juta ton.Kenikmatan memancing sejatinya bukan semata-mata soal berburu ikan saja. Banyak orang menikmati prosesnya yang terlihat membosankan, tapi ternyata secara ilmiah justru memberikan efek relaksasi.Hal ini diamini oleh Ersa Lanang Sanjaya, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra, Surabaya, saat berbincang dengan kami dalam episode SuarAkademia terbaru.Hidup kita lagi dikepung ketidakpastian. Konflik berujung inflasi. Kritik berujung jeruji. Udara berpolusi. Mau sehat sulitnya setengah mati.Sampai kapan masalah terus menekan? Bagaimana mengatasinya? Untuk menjawab pertanyaan ini, kami bersama pakar memetakan dinamika yang terjadi dan meramu solusi bersama. Simak terus serial kampanye #SeniBertahanHidup The Conversation Indonesia.Salah satu efek menyehatkan memancing, menurut Ersa, berasal dari proses menunggu hasil tangkapan ikan. Proses ini memaksa otak kita untuk menunda pelepasan dopamin (delaying dopamine), melatih kesabaran, serta memulihkan ritme hidup agar lebih lambat. Ersa menambahkan bahwa kegiatan memancing juga membantu mengalihkan kondisi otak dari mode siaga menjadi mode santai sehingga kita merasa lebih relaks. Baca juga: Bagaimana lari dapat membantu kamu mengatasi stres di tempat kerja Memancing juga memberikan efek terapeutik blue and green space effect lewat pemandangan alam bernuansa biru (laut, danau, kolam) dan hijau (kebun dan hutan). Secara ilmiah, efek lanskap ini terbukti mempercepat proses fisik dan psikologis dari stres dan kecemasan. “Selain itu, kebiasaan menatap objek jarak dekat yang memicu stres (seperti laptop, ponsel, maupun berada di kubikal kantor), sejenak dialihkan ke lanskap luas di kolam ikan sehingga bisa mengurangi tingkat stres,” katanya.Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.