Gaikindo: Pilihan Makin Banyak dan Terjangkau Bikin Penjualan Mobil RI Naik

Wait 5 sec.

Suasana booth Toyota pada pegelaran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025) Foto: Aditia Noviansyah/kumparanGabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan pasar kendaraan roda empat atau lebih di Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026. Kinerja ini mencerminkan pemulihan daya beli masyarakat serta meningkatnya kebutuhan mobilitas.Berdasarkan data Gaikindo, total penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler mencapai 436.564 unit pada Januari-Juni 2026. Angka tersebut naik 15,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 376.707 unit.Ketua 1 Gaikindo Jongkie D. Sugiarto bilang ada beberapa faktor yang mendongkrak daya beli konsumen. Hal tersebut yang membuat penjualan menggeliat dibandingkan tahun lalu."Kan banyak model-model baru yang desain, fiturnya bagus. Harganya juga terjangkau, jadi ada kenaikan angka-angka penjualan," kata Jongkie kepada kumparan, Selasa (14/7/2026).Sementara itu, penjualan ritel atau dari diler ke konsumen juga mengalami pertumbuhan. Sepanjang enam bulan pertama 2026, penjualan ritel meningkat 10,5 persen secara tahunan menjadi 433.848 unit dari sebelumnya 392.778 unit.Dari sisi merek, Toyota masih menjadi pemimpin pasar otomotif nasional. Pabrikan asal Jepang tersebut mencatatkan wholesales sebanyak 133.928 unit atau menguasai sekitar 30,7 persen pangsa pasar.Suasana booth Daihatsu pada pegelaran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanPosisi kedua ditempati oleh Daihatsu dengan penjualan 73.545 unit. Di bawahnya, Suzuki membukukan 36.319 unit, diikuti Mitsubishi Motors dengan 32.588 unit.Persaingan mulai memanas di posisi lima besar. BYD berhasil mencatatkan wholesales 23.257 unit dan menempati peringkat kelima, mengungguli Honda yang mencatatkan 20.673 unit.Pada sisi penjualan ritel, posisi keduanya masih berdekatan. Honda mempertahankan peringkat kelima dengan 23.847 unit, sementara BYD berada di posisi keenam dengan 23.188 unit, selisih hanya 659 unit.Capaian ini menunjukkan BYD semakin memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia. Merek asal China tersebut kini menjadi salah satu pesaing serius bagi dominasi pabrikan Jepang.Suasana booth mobil listrik BYD saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanSelain BYD, merek China lainnya juga mulai menunjukkan taringnya. Jaecoo berhasil menembus delapan besar dengan wholesales 17.334 unit dan penjualan ritel 16.986 unit.Capaian tersebut, Jaecoo mampu mengungguli sejumlah merek yang lebih dulu hadir di Indonesia. Di antaranya termasuk Wuling, Hyundai, hingga Geely.Secara keseluruhan, data Gaikindo menunjukkan pasar otomotif nasional masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif. Selain didorong oleh permintaan domestik, kehadiran merek-merek baru juga ikut memperketat persaingan di industri ini.WholesalesToyota: 133.928 unitDaihatsu: 73.545 unitSuzuki: 36.319 unitMitsubishi Motors: 32.588 unitBYD: 23.257 unitHonda: 20.673 unitMitsubishi Fuso: 17.535 unitJaecoo: 17.334 unitIsuzu: 13.890 unitHino: 10.660 unitRetail SalesToyota: 129.925Daihatsu: 72.209 unitSuzuki: 36.592 unitMitsubishi Motors: 34.290 unitHonda: 23.847 unitBYD: 23.188 unitMitsubishi Fuso: 17.974 unitJaecoo: 16.986 unitIsuzu: 13.430 unitHino: 10.569 unit