Polisi menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus tewasnya ASN BPN Nias yang lompat dari lantai 12 apartemen saat konpers di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (15/7/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparanSeorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias berinisial AL tewas usai melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview, Kota Medan, pada Jumat (10/7) dini hari.Belakangan terungkap, peristiwa itu berawal dari AL memesan perempuan open BO atau prostitusi online. Perempuan yang ia pesan memerasnya untuk memberikan sejumlah uang di luar kesepakatan.Berikut adalah kronologinya:Sebelum di ApartemenAL datang ke Medan untuk mengambil SK Kepegawaian. Usai mengurus administrasi SK itu, AL kembali ke apartemen tempat dia menginap.Polisi menunjukkan foto kedua tersangka yang terlibat dalam tewasnya ASN BPN Nias saat konpers di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (15/7/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparanJumat 10 Juli di Apartemen00.00-03.00 WIBKasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, menyebut AL di kamar sendiri. Dalam kurun waktu ini, ia menelepon pacarnya.“Kemudian dari pukul 00.00 sampai pukul 03.00, korban itu teleponan. Teleponan dengan pacarnya. Nah, dia komunikasi dengan pacarnya, jadi dia masih single (belum beristri), seperti itu,” ucap Adrian, Rabu (15/7).03.30 WIBAL berkomunikasi dengan seorang perempuan open BO berinisial FR (31) melalui aplikasi MiChat.04.21 WIBFR tiba di apartemen. Ia membawa temannya berinisial JS (29).04.23 WIBAL menjemput FR dan JS di lobi apartemen. Ketiganya naik ke lantai 12, tempat kamar AL berada.04.25 WIBMereka bertiga sudah berada di dalam kamar. Saat itu, AL memutuskan untuk tidak jadi melakukan hubungan badan dengan FR karena FR tidak sesuai dengan foto yang ditampilkan di MiChat.Ia pun memilih berhubungan badan dengan JS dengan tarif Rp 850.000. Sementara, FR diberi Rp 400.000 sebagai uang cancel.04.31 WIBAL berhubungan badan dengan JS. Sementara FR menunggu di lorong apartemen.Mereka berhubungan badan selama 10 menit. Lalu, AL meminta layanan tambahan kepada JS.04.46 WIBHubungan badan keduanya selesai. FR pun kembali ke dalam kamar.FR pun meminta tambahan biaya sebesar Rp 4.500.000 kepada AL. Namun, AL menyebut tak memiliki uang. FR sempat meminta untuk melihat saldo rekening AL, namun ditolak.04.49 WIBAL menghindari perasan FR hingga ke balkon apartemennya. Di sana, ia mengancam untuk lompat bila FR tak berhenti meminta uang tambahan. Sementara, FR dan JS mengaku tidak ikut ke balkon.Polisi olah TKP ASN BPN Nias yang terjatuh dari lantai 12 apartemen di Medan. Foto: Dok. Polsek SunggalFR kemudian membalas dengan menantang AL untuk ‘lompat kalau berani’. AL pun lompat dari balkon kamarnya di lantai 12 apartemen, lalu meninggal dunia dengan keadaan salah satu kakinya terputus.“Jadi prosesnya ini dari mulai minta Rp 4.500.000, ya kan, mendesak, kan itu kan? Mendesak, memeras itu cepat. Prosesnya. Sekitar 3 menit,” tutup AKBP Adrian.Kini, FR dan JS sudah ditetapkan tersangka imbas menghasut orang lain mengakhiri hidupnya. Mereka terancam pidana 4 tahun penjara.