Realisasi Anggaran Kemendag Capai 98,62%, Fasilitasi 38.356 UMKM

Wait 5 sec.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOMenteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membeberkan realisasi anggaran pada 2025 yang mencapai Rp 1,53 triliun atau 98,62 persen dari pagu anggaran 2025 sebesar Rp 1,55 triliun.Berdasarkan jenis belanja realisasi, anggaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 2025 untuk belanja modal sebesar 99,49 persen atau Rp 671,88 juta, belanja barang sebesar 98,30 persen atau Rp 810,89 juta dan belanja pegawai sebesar 98,90 persen Rp 48,55 juta.“Rata-rata realisasi anggaran per unit eselon 1 Kementerian Perdagangan 97,9 persen, realisasi anggaran ini melampaui target sebesar 97 persen yang sejalan dengan capaian nilai kinerja anggaran Kementerian Perdagangan 92,31 persen, serta capaian indikator kinerja pelaksanaan anggaran atau IKPA Kementerian Perdagangan tahun 2025 96,88 persen dengan predikat sangat baik,” kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (16/7).Budi kemudian membeberkan sederet capaian kinerja Kemendag pada 2025 termasuk keberhasilan memenangkan sengketa dagang di World Trade Organization (WTO) atau organisasi dagang internasional melawan Uni Eropa yang membuat akses ekspor Rp 7,34 triliun terselamatkan.“(Kemendag) berhasil memenangkan berbagai sengketa dagang di WTO melawan Uni Eropa mulai dari komoditas biodiesel, baja nirkarat hingga produk sawit dan menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan di luar negeri, adapun akses pasar ekspor yang diselamatkan setara Rp 7,34 triliun,” jelasnya.Kemudian pada 2025 Kemendag juga melakukan pendampingan dan memfasilitasi terhadap 38.356 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kemudian sebanyak 34.746 UMKM juga telah difasilitasi untuk peningkatan daya saing meliputi digitalisasi UMKM, sertifikasi pendampingan waralaba dan penguatan branding.Kemudian Kemendag juga memfasilitasi sebanyak 2.222 UMKM untuk memperluas akses pasar dan menjangkau konsumen baru melalui berbagai pameran dan kemitraan. Kemendag juga mengkampanyekan 1.389 UMKM agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri, melalui gerakan promosi produk dalam negeri.“Kementerian Perdagangan melalui program UMKM Bisa Ekspor mencatat capaian tahun 2025 berupa 622 kegiatan bisnis matching Kegiatan tersebut diikuti oleh 1.217 pelaku usaha dengan total ikut sertaan 1.962 kali. Dalam rangka kegiatan tersebut, diperoleh potensi transaksi sebesar USD 134,87 juta,” jelas Budi.Dia menuturkan dalam program tersebut produk UMKM yang paling banyak diminati meliputi olahan seafood atau perikanan, home decor dan furnitur, kopi, produk kesehatan dan perawatan tubuh, rempah, produk makanan dan minuman, pertanian dan perkebunan, fesyen, makanan ringan, molases, rumput laut, produk turunan kelapa, hingga baju renang.Pada Januari-Desember 2025, kinerja perdagangan Indonesia juga tercatat mengalami surplus USD 41,05 miliar dengan pertumbuhan ekspor barang dan jasa sebesar 7,03 persen, pertumbuhan ekspor non-migas sebesar 7,06 persen dan rasio ekspor jasa terhadap PDB sebesar 3,03 persen.Selanjutnya Kemendag juga mendukung program belanja nasional 2025, dengan bekerja sama dengan asosiasi usaha untuk mendorong peningkatan daya beli masyarakat.“Sepanjang tahun 2025, total nilai transaksi yang tercatat dari program ini sebesar Rp 393,79 triliun. Angka ini tentu bukan sekadar statistik, melainkan gambaran real bahwa konsumsi masyarakat Indonesia masih tumbuh di pasaran dalam negeri yang terus bergerak,” tuturnya.