Ilustrasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Foto: Yohanes01/ShutterstockKetua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Em Yunir, mengungkapkan sekitar 70 persen penderita diabetes di Indonesia tidak terdeteksi. Ia pun mengimbau agar penyakit ini bisa dideteksi sedini mungkin."Diagnosis diabetes seawal mungkin. Ya, karena 70% pasien diabetes di Indonesia tidak ketahuan," kata Yunir dalam acara diskusi di kawasan GBK, Jakarta, Senin (20/7).Dia menyarankan, para pasien diabetes yang sudah berobat agar bisa menjaga tingkat gula darahnya. Sebab, tingginya kadar gula darah bisa menyebabkan penyakit retinopati diabetik."Kalau sudah ketahuan (diabetes), berobat yang baik supaya mencapai target gula darah bagus supaya nggak ke dokter mata. Jadi berobatnya sekarang," jelas dia.Diskusi Forum Jurnalis Kesehatan dengan tema "Strategi, Aksi, Kolaborasi Mencegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik" di On3, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (20/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanDalam kesempatan yang sama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi, mendorong agar masyarakat bisa memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG)."Karena itu melalui CKG kita sekarang bisa mendapatkan lebih banyak masyarakat mengetahui status kesehatannya,” ujar Siti.“CKG sudah ada, fasilitasnya sudah disediakan gratis. Tinggal datang ke Puskesmas,” lanjut Siti.Sementara itu, perwakilan Guru Besar Oftamologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Muhammad Bayu Sasongko mengatakan retinopati diabetik masih menjadi salah satu komplikasi diabetes yang kerap luput dari perhatian. Padahal, penyakit tersebut sering berkembang tanpa gejala sehingga banyak pasien baru menyadari kondisinya ketika penglihatannya terganggu.“Retinopati Diabetik ironisnya menjadi isu kesehatan yang paling jarang dibahas. Akibatnya muncul normalisasi bahwa gangguan penglihatan pada usia tua akibat diabetes dianggap sebagai sesuatu yang wajar, padahal kebutaan ini sangat bisa dicegah,” ujar Bayu.Ia mengingatkan agar skrining retina secara rutin menjadi langkah penting untuk menemukan kerusakan mata sebelum menimbulkan gangguan penglihatan permanen“Screening jangan takut. Dokter mata itu baik,” kata Bayu.