Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, saat memberikan sambutan dalam Resepsi Hari Nasional Prancis (Bastille Day) di Hotel Raffles Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparanDuta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone mengatakan hubungan Indonesia dan Prancis kini telah mencapai level tertinggi setelah kedua negara resmi meningkatkan status kerja sama menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership) pada Mei 2026.Pernyataan itu disampaikan Penone dalam perayaan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (14/7). Bastille Day diperingati setiap 14 Juli untuk mengenang penyerbuan Penjara Bastille pada 1789, yang menjadi simbol lahirnya Revolusi Prancis."Pada tanggal 28 Mei 2026, Presiden Republik Prancis secara khusus menerima Presiden Prabowo Subianto di Prancis dalam sebuah kunjungan kenegaraan," ungkap Penone saat memberikan sambutan."Dalam kesempatan tersebut, kepala negara Prancis dan Indonesia mengumumkan peningkatan hubungan negara kita ke tingkatan yang tertinggi, yakni kemitraan strategis komprehensif," lanjutnya.Ia mengatakan hubungan bilateral kedua negara terus berkembang sejak Presiden Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan Bastille Day di Paris pada 14 Juli 2025. Penone juga mencatat Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo telah bertemu tiga kali sejak Januari 2026.Fokus Perkuat Pertahanan hingga PendidikanPenone menyebut peningkatan hubungan itu kini diterjemahkan ke berbagai sektor, mulai dari pertahanan, ekonomi, budaya, hingga pendidikan dan riset.Di sektor pertahanan, ia menyinggung penyerahan pesawat tempur Rafale pertama kepada Indonesia pada Mei lalu sebagai simbol penguatan kerja sama strategis kedua negara."Di sektor pertahanan, kita pun melanjutkan penguatan kemitraan kita yang berkedaulatan, sebagaimana yang ditunjukkan melalui upacara penyerahan pesawat-pesawat Rafale pertama pada tanggal 18 Mei 2026 di Jakarta," ujarnya.Dubes Prancis untuk RI Fabien Penone bersama jajaran tamu kehormatan pemerintah RI dalam Resepsi Hari Nasional Prancis di Hotel Raffles Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparanSelain itu, kedua negara juga terus menjalankan Deklarasi Borobudur melalui kerja sama pelestarian Candi Borobudur dan Prambanan, pengembangan produksi film bersama, hingga program kebudayaan lainnya.Di bidang pendidikan dan riset, Penone mengatakan kedua negara telah mengadopsi Deklarasi Paris sebagai strategi bersama untuk memperluas mobilitas mahasiswa, kerja sama universitas, dan inovasi."Seiring dengan penyelenggaraan Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026, peningkatan arus akademis dan pertukaran antara lembaga penelitian serta universitas kedua negara menjadi prioritas utama," katanya.Pigai: Nilai Bastille Day Sejalan dengan PancasilaMenteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang hadir mewakili pemerintah RI mengatakan Bastille Day tidak hanya menjadi perayaan nasional Prancis, tetapi juga simbol nilai kebebasan, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.Menteri Hak Asasi Manusia RI, Natalius Pigai saat memberikan sambutan dalam Resepsi Hari Nasional Prancis (Bastille Day) di Hotel Raffles Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan"Bastille Day menjadi simbol kuat kebebasan, nilai-nilai sipil, dan semangat demokrasi. Nilai-nilai itu sangat sejalan dengan Indonesia, seperti Pancasila. Nilai bersama inilah yang menjadi tulang punggung kemitraan Prancis dan Indonesia," kata Pigai.Ia juga menilai hubungan kedua negara semakin erat sejak kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang memperkuat arah kerja sama strategis di berbagai bidang.Acara Bastille Day tahun ini di Jakarta turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi Indonesia, di antaranya Ketua DPD RI, jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, para duta besar negara sahabat, pelaku usaha, serta perwakilan komunitas Prancis di Indonesia.