Para penggemar Argentina berkumpul menjelang pertandingan Semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Georgia, AS, Selasa (14/7/2026). Foto: Nathan Ray Seebeck/USA TODAY Sports via REUTERSProdusen bir asal Denmark, Carlsberg A/S, dinilai menjadi perusahaan yang paling diuntungkan dari gelaran Piala Dunia 2026 dibandingkan para pesaingnya, meski lonjakan konsumsi bir secara global tak sebesar yang diperkirakan.Analis Morgan Stanley, Sarah Simon dan Richard Li, mengatakan dengan hanya menyisakan laga final antara Argentina melawan Spanyol, serta perebutan tempat ketiga antara Inggris vs Prancis, proyeksi kenaikan penjualan bir selama turnamen kini lebih rendah dibandingkan perkiraan awal bulan lalu."Carlsberg menjadi kejutan positif yang paling jelas berkat perjalanan lebih jauh Inggris, Prancis, Swiss, dan Norwegia di turnamen," tulis analis Morgan Stanley dalam risetnya, dikutip dari Bloomberg pada Sabtu (18/7).Sejak laga pembuka Piala Dunia pada 11 Juni 2026, saham Carlsberg yang diperdagangkan di Bursa Kopenhagen telah menguat 9,6%. Sementara itu saham pesaingnya, Heineken NV, naik 8,5% di Amsterdam, sedangkan saham Anheuser-Busch InBev (AB InBev) justru turun 0,5% pada periode yang sama.Pemain Timnas Argentina Alexis Mac Allister berebut bola dengan pemain Timnas Swiss Nico Elvedi pada pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas City, Kansas City, Missouri, AS, Sabtu (11/6/2026). Foto: Jay Biggerstaff/Imagn Image via REUTERSMorgan Stanley menilai performa tim-tim Eropa yang relatif lebih baik membantu penjualan bir di kawasan tersebut. Namun, dampaknya belum cukup besar untuk mengimbangi tersingkirnya negara-negara dengan pasar bir terbesar di dunia."Karena pasar bir di masing-masing negara Eropa umumnya lebih kecil dibandingkan Brasil atau Amerika Serikat," tulis Morgan Stanley.Berdasarkan kondisi tersebut, Morgan Stanley memangkas proyeksi kenaikan penjualan bir global akibat Piala Dunia sebesar 0,07%.Revisi itu disebabkan tersingkirnya lebih cepat dari perkiraan sejumlah tim dari negara dengan konsumsi bir besar, terutama Brasil, Jerman, dan Kolombia, serta performa tim nasional AS yang tak memenuhi ekspektasi.AB InBev diperkirakan menjadi perusahaan yang paling terdampak. Menurut Morgan Stanley, hal itu terutama dipicu oleh kekalahan Brasil dari Norwegia pada babak 16 besar. Perjalanan Brasil yang lebih jauh dinilai sangat penting mengingat ukuran pasar bir negara tersebut.Meski demikian, dampak negatif terhadap AB InBev diperkirakan tidak terlalu besar karena perusahaan itu merupakan sponsor resmi bir untuk Piala Dunia 2026.Pemain Timnas Norwegia Erling Haaland memeluk pemain Timnas Inggris Jude Bellingham pada pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Miami Gardens, Florida, AS, Sabtu (11/7/2026). Foto: Mike Segar/REUTERSSementara Heineken masih terbantu oleh eksposurnya yang kuat di pasar Eropa, sehingga mampu meredam dampak dari tersingkirnya Brasil.Morgan Stanley juga menyebut Royal Unibrew A/S memperoleh manfaat terbatas dari keberhasilan Norwegia mencapai perempat final. Tapi, keuntungan sebagian tergerus oleh tersingkirnya Jerman dan Belanda lebih awal.Piala Dunia 2026 bakal berakhir pada Minggu (19/7) waktu setempat, dengan laga final mempertemukan Argentina melawan Spanyol di MetLife Stadium, New Jersey. Sementara Inggris menghadapi Prancis di Miami dalam pertandingan perebutan tempat ketiga pada Sabtu (18/7) waktu setempat.