Saham SpaceX Ambruk Bayangi Prospek IPO Emiten AI di Wall Street

Wait 5 sec.

Pemilik xAI sekaligus CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk menghadiri Forum Investasi AS-Arab Saudi di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, DC, pada 19 November 2025. Foto: Brendan Smialowski / AFPEuforia pasar terhadap perusahaan yang baru melantai di bursa mulai mereda setelah kinerja sejumlah saham IPO mengecewakan. Penurunan tajam saham SpaceX dari level tertingginya pasca penawaran umum perdana (IPO) hingga jatuh di bawah harga IPO dalam waktu sekitar satu bulan ikut menyeret kinerja rata-rata saham IPO di Amerika Serikat tahun ini.Data Bloomberg hingga 15 Juli menunjukkan rata-rata imbal hasil tertimbang IPO AS sepanjang 2026 hanya mencapai 6 persen, tertinggal dari kenaikan Indeks S&P 500 yang mencapai 11 persen. Tanpa memperhitungkan transaksi jumbo seperti SpaceX dan SK Hynix, rata-rata imbal hasil IPO sepanjang 2026 berada di kisaran 10 persen hingga penutupan perdagangan 15 Juli, tetap sedikit tertinggal dibandingkan kinerja S&P 500.Tekanan tidak hanya datang dari SpaceX, tetapi juga saham-saham bertema kecerdasan buatan (AI), kedirgantaraan, dan pertahanan yang sebelumnya menjadi primadona investor. Pelemahan tersebut turut mengurangi daya tarik pasar IPO setelah mayoritas perusahaan yang melantai dalam dua bulan terakhir kini diperdagangkan di bawah harga penawaran perdananya.Saham SpaceX sendiri turun 2,97 persen pada Kamis dan mencatat penurunan delapan kali dalam sembilan sesi perdagangan terakhir. Koreksi tersebut memangkas sekitar USD 903 miliar dari nilai kapitalisasi berdasarkan harga penutupan tertingginya bulan lalu.Sementara itu, saham SK Hynix Inc., yang menghimpun dana USD 26,5 miliar dalam IPO terbesar pekan lalu, juga melemah sekitar 12 persen sehingga hanya diperdagangkan sedikit di atas harga penawaran ADR sebesar USD 149 per saham.Volatilitas pasar dalam sebulan terakhir turut mendorong investor mengurangi eksposur pada sektor-sektor yang sebelumnya menjadi favorit. Selama periode tersebut, S&P 500 hanya naik sekitar 0,3 persen, sedangkan Indeks Semikonduktor Philadelphia Stock Exchange turun sekitar 11 persen. Di saat yang sama, kelompok saham momentum juga terkoreksi lebih dari 8 persen.CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk. Foto: Mike Blake/ReutersSalah satu Kepala Pasar Modal Ekuitas AS di Royal Bank of Canada, Michael Ventura, menilai aktivitas IPO dalam waktu dekat diperkirakan tidak akan seramai perkiraan sebelumnya."Akan ada transaksi yang diluncurkan dan ditetapkan harganya, tetapi di luar nama-nama besar, situasinya akan lebih tenang," kata Ventura.Senada, Kepala Pasar Modal Ekuitas Global Morgan Stanley, Eddie Molloy, mengatakan tren tersebut memang sudah mulai diperkirakan."Kami memiliki momentum yang sangat besar dengan tema AI yang menyebabkan kesepakatan diperdagangkan dengan baik sejak awal, tetapi dengan pasar yang diperdagangkan seperti sekarang, momentum tersebut akan sedikit berkurang, dan itu memang sudah diperkirakan," ungkapnya.Investor Mulai Lirik Sektor KonsumenDi tengah pelemahan sektor AI, investor diperkirakan mulai melirik perusahaan yang bergerak di sektor konsumen. Beberapa kandidat IPO seperti Jersey Mike's Subs Inc. yang didukung Blackstone dan operator SPBU serta toko serba ada Cumberland Farms Ltd. diperkirakan mulai memasarkan penawaran sahamnya paling cepat pekan depan.Meski begitu, kinerja IPO sektor konsumen sepanjang tahun ini juga belum merata. Saham Suja Life Inc. telah turun sekitar 48 persen sejak melantai di bursa, sementara Yesway Inc. hanya mencatat kenaikan sekitar 3,3 persen.Prospek pasar IPO pada paruh kedua tahun ini masih dinilai terbuka. Bloomberg News sebelumnya melaporkan Anthropic PBC berpotensi melaksanakan IPO paling cepat pada Oktober mendatang sehingga berpeluang kembali menghidupkan pasar pencatatan saham baru.Pendapatan Bank Investasi Justru MeningkatIlustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockDi sisi lain, bank-bank investasi terbesar di Wall Street baru saja membukukan pendapatan konsultasi penawaran saham tertinggi untuk kuartal II sejak 2021. Capaian tersebut didorong oleh IPO SpaceX yang memecahkan rekor serta derasnya penggalangan dana untuk proyek-proyek infrastruktur AI.Berdasarkan data Bloomberg, perusahaan-perusahaan telah menghimpun dana sekitar USD 157 miliar hingga 16 Juli, tidak termasuk perusahaan cek kosong (SPAC) dan instrumen keuangan sejenis. Para bankir juga tetap optimistis aktivitas IPO akan kembali meningkat setelah libur Hari Buruh pada September.Kepala ECM Global Morgan Stanley, Arnaud Blanchard, mengatakan gejolak pasar memang memengaruhi aktivitas IPO, tetapi belum mengubah prospek jangka menengah."Apakah ada volatilitas di pasar yang lebih luas dan itu berdampak pada pasar IPO? Ya. Tetapi secara keseluruhan kami tidak melihat penurunan minat terhadap kesepakatan yang kami perkirakan akan masuk ke pasar dalam beberapa kuartal mendatang," kata Blanchard.