Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI, Malang, Jumat (17/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto memimpin prosesi panen raya yang diinisiasi oleh TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/6). Prabowo memimpin panen tebu TNI Angkatan Udara di 8 titik lokasi, panen padi oleh TNI Angkatan Darat di 31 titik lokasi, serta panen kedelai oleh TNI Angkatan Laut di 4 lokasiTurut hadir dalam acara ini, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mentan Andi Amran Sulaeman, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.Bangga Semua Unsur Kerja KerasDalam pidatonya, Prabowo mengaku bangga dengan kinerja para pejabat negara belakangan waktu ini. Ia menilai, mereka telah menunjukkan kerja kerasnya.Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Panen Raya di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang."Saya bangga hari ini, dan saya bangga beberapa minggu-minggu ini saya melihat kerja keras semua unsur. Menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat," kata Prabowo.Ia mengungkapkan, tak sedikit juga para pembantunya yang bahkan hingga masuk rumah sakit akibat terlalu keras bekerja."Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri, kepala badan, terus terang saja yang ambruk, masuk rumah sakit, karena kerja keras," bebernya.Prabowo menambahkan, saat ini pemerintah di bawah kepemimpinannya memang tengah berupaya mengejar target."Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita," kata dia."Sehingga pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya," sambung dia.Prabowo melanjutkan, bangsa Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang santai. Ia berkomitmen akan membawa Indonesia punya gengsi di kancah internasional."Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri," tegasnya"Karena itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur. Semua unsur. Kita bahu-membahu. Saya mengajak semua kekuatan sudah, bersatulah. Bersatulah bangsa dan rakyat kita. Bersatulah untuk anak-anak dan cucu kita," tutur dia.Ikut Bertani, TNI-Polri Anak Kandung RakyatPresiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI, Malang, Jumat (17/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPrabowo menyebut TNI-Polri saat ini sudah ikut ambil bagian dalam program ketahanan pangan. Hal ini membuktikan bahwa TNI-Polri tak hanya berperan dalam menjaga pertahanan dan keamanan."Dua bulan lalu, tepatnya 16 Mei 2026, kita menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. Hari ini kita menyaksikan panen raya TNI. Ada tebu, ada kedelai, ada padi. Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara," kata Prabowo.Ia menambahkan, TNI-Polri saat ini juga sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat. Sebab, menurut Prabowo, TNI-Polri sudah menjadi anak kandung rakyat.Prabowo menegaskan, TNI-Polri juga mesti peka terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi rakyat."TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," ujar Prabowo."Selama ada rakyat yang hidupnya susah, itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu, untuk bahu-membahu, berbuat langkah-langkah yang benar, langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu," tuturnya.Peremajaan Tebu Rampung dalam 2 TahunDalam kesempatan yang sama, Prabowo mengatakan pemerintah akan mempercepat program peremajaan tanaman tebu nasional setelah tidak dilakukan selama 12 tahun terakhir.“Kita sekarang akan meremajakan semua tebu yang kita miliki. Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dan dengan demikian akan dicapai dalam 4 tahun,” kata Prabowo.Kendati demikian, setelah berdiskusi lebih lanjut dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Prabowo mengatakan Amran optimistis peremajaan seluruh lahan tebu bisa dirampungkan dalam dua tahun.“Tapi saya bilang, bagus. Tapi jangan masuk rumah sakit, Menteri Pertanian. Janji, dua tahun, tapi you nggak masuk rumah sakit,” tutur Prabowo.Tak hanya di Malang, panen raya juga akan dilakukan di 42 titik lainnya secara serentak. Selain memimpin panen raya serentak, Prabowo juga akan meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI serta berbagai inisiatif hilirisasi yang mendukung peningkatan nilai tambah sektor pertanian dan industri nasional.Adapun sepanjang Januari-Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras, atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton, sementara TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional tahun 2026.Mau Bangun 30 Pabrik EtanolPresiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat meresmikan panen raya tebu di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Galih PradiptaDalam pidatonya, Prabowo ingin mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional dengan membangun sekitar 30 pabrik baru. Hal itu untuk mendukung implementasi bahan bakar campuran etanol 10 persen (E10)."Kita mampu menuju E10. Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10% etanol," kata Prabowo.Berdasarkan laporan yang diterimanya, Prabowo menyatakan Indonesia bahkan memiliki potensi untuk meningkatkan kadar campuran bioetanol hingga 20% (E20).Namun hal tersebut masih terkendala keterbatasan kapasitas produksi lantaran Indonesia baru memiliki satu pabrik etanol."Pabriknya yang kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik, kalau perlu sampai 50 pabrik," ucapnya.Prabowo juga membandingkan perkembangan penggunaan bioetanol di sejumlah negara yang dinilai lebih maju."India sudah E20, Brazil sudah E100, masa Indonesia nggak bisa. Indonesia bisa kan? Bisa? Yang nggak mau, nggak apa-apa. Duduk saja, duduk saja nonton," kata Prabowo.