Esai Foto: Demi Cepat Sampai, Nyawa Jadi Taruhan di Jalanan Jakarta

Wait 5 sec.

Lawan arah di jam berangkat kerja: Sejumlah kendaraan bermotor melawan arus di Jl. Lebak Bulus Raya, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparanKala jam sibuk di Kota Jakarta seperti pagi dan sore hari lalu lalang kendaraan di jalanan memadati kedua ruas jalan yang seharusnya dilewati oleh dua arah yang berbeda.Mengendarai di jalan yang tidak seharusnya: Sejumlah kendaraan bermotor melawan arus di Jalan Raya Ragunan, Jati Padang, Jakarta, Selasa (29/6/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparanMenurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, bahwa jumlah kendaraan yang melawan arah pada periode Januari hingga Juni 2026 sebanyak 1.194 kendaraan.Tidak patuhi rambu lalu lintas: Sebuah tanda larangan lalu lintas menuju Jl. Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta (7/7/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparanRambu lalu lintas, peraturan, serta kebijakan yang dibuat pun hanya menjadi tulisan-tulisan biasa dan tak pernah dianggap suatu ancaman yang akan membahayakan diri mereka dan juga orang lain.Tidak peduli aturan: Papan lalu lintas yang bertanda 'Dilarang Putar Balik' di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Senin (6/7/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparanSalah satu titik terjadinya pelanggaran ialah di Terminal Kampung Melayu, sejumlah pengendara motor melawan arah dengan tidak merasa bersalah.Terobos jalur TransJakarta: Sebuah bus Mini Trans berjalan di tengah pemotor yang lawan arah di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Senin (6/7/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparanAdanya halangan di depan mata tidak mengurungkan niat pengendara untuk melawan arah, walaupun jelas hal tersebut dapat merugikan mereka dan juga orang lain.Diadang Petugas Dinas Perhubungan: Seorang anggota Dinas Perhubungan Jakarta Selatan tengah mengatur pemotor yang lawan arah di Halte Tanjung Barat, Jakarta, Senin (6/7/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparanPihak Dinas Perhubungan juga telah melakukan upaya penertiban untuk mengatur pengendara agar tidak melawan arah terutama pada ruas jalan utama atau area krusial yang padat kendaraan.Melaju kencang di jalur yang salah: Sebuah kendaraan bermotor melawan arus di Jalan Raya Ragunan, Jati Padang, Jakarta, Selasa (29/6/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparanBaginya, hanya ingin cepat sampai, menghindari kemacetan, putar balik yang terlalu jauh, tata jalan yang tidak efisien hingga menghemat bensin di tengah naiknya harga bahan bakar dan ekonomi dunia.Membahayakan orang lain: Seorang pengendara motor melawan arus di Jl. K.H. Mas Mansyur (dekat Stasiun Karet), Selasa (7/7/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparanWarga pun seolah olah mewajarkan, bahkan acuh dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini dikarenakan kurangnya edukasi bahayanya melawan arah.Lawan arah di jam pulang kerja: Sejumlah kendaraan bermotor melawan arus di Jl. TB Simatupang, Jakarta Timur, Selasa (23/6/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparanKegiatan melawan arah ini tak kenal waktu terutama di jam tinggi mobilitas seperti jam berangkat kerja dan pulang kerja. Mereka cenderung melawan arah dengan alasan untuk mempersingkat waktu dan agar dapat cepat sampai di tujuan.