Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi kediaman para korban kecelakaan maut di Pantura Indramayu di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. (14/7/2026). Foto: kumparanGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mendatangi pihak keluarga korban tragedi kecelakaan maut Pantura yang melibatkan rombongan pengantar pengantin di Indramayu pada Selasa (14/7). Kehadiran KDM untuk menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus menyalurkan santunan duka secara langsung kepada para keluarga korban.Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi, KDM yang mengenakan setelan khas dengan ikat kepala putih tiba di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu sekitar pukul 17.00 WIB.Desa Cempeh merupakan daerah tempat tinggal para korban yang mengalami nasib nahas.Kedatangan KDM langsung disambut antusias oleh warga setempat, baik saat ia hendak menyambangi rumah-rumah duka maupun ketika akan bertolak pulang.Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan duka sebesar Rp 25 juta untuk setiap korban meninggal dunia.Ibu Warsem, salah satu perwakilan keluarga korban yang kehilangan dua anggota keluarganya, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan itu."Ya merasa terbantu, terus meringankan keluarga korban. Banyak-banyak terima kasih kepada Pak Dedi saya ucapkan, atas perwakilan korban saya banyak ucapkan terima kasih," ujar Ibu Warsem. Saat ditanya mengenai rencana penggunaan uang santunan tersebut, Ibu Warsem menjelaskan bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk keperluan pengurusan jenazah dan doa bersama."Ya buat ini, buat acara selamatan, buat acara. Ya buat acara, intinya buat acara selamatan sampai habis selamatan, gitu," tambahnya.EvaluasiSebelum melakukan kunjungan, KDM telah menyampaikan duka cita mendalam melalui akun Instagram pribadinya.Selain menjanjikan bantuan, KDM memberikan catatan keras dan evaluasi mendasar terkait kelaikan transportasi di jalan raya agar peristiwa serupa tidak terulang kembali."Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Peringatan ke depan kita harus lebih berhati-hati dan tidak menggunakan mobil pikap untuk angkutan orang, karena itu peruntukannya untuk angkutan barang," ujar KDM. Senin (13/7/2026).Ia juga menegaskan agar pengawasan terhadap armada truk diperketat, terutama dalam proses uji kelayakan kendaraan (KIR)."Dan truk-truk harus betul-betul memiliki KIR yang memadai, di-KIR-nya secara administratif dan secara teknis. Bukan hanya di-KIR administrasinya saja, tapi teknisnya tidak dilakukan," tegasnya.Adapun Kecelakaan beruntun yang memicu duka mendalam ini terjadi pada Minggu (12/7). Insiden tragis tersebut melibatkan tiga kendaraan, yaitu mobil pikap Daihatsu Gran Max, truk Hino Box, dan Mitsubishi loss bak.Mobil pikap yang diketahui tengah mengangkut rombongan pengantin tersebut dihantam oleh truk, hingga mengakibatkan dampak yang sangat fatal. Tercatat sebanyak 12 orang meninggal dunia dan 6 orang lainnya luka-luka.