Anak korban teror tetangga di Depok, Ashyfa. Foto: Dok. kumparan @kumparan Sampai berniat menjual rumah karena diteror tetangga. Azis Suraji, warga Depok, mengaku mengalami berbagai tindakan intimidasi sejak 2024, mulai dari rumah dilempari sampah, pagar dirusak, hingga mendapat ancaman santet. Terbaru, Suraji mengaku dimaki saat sedang mengobrol di pertigaan dekat rumah. Ia memilih pergi untuk menghindari konflik, tetapi mengaku tetap dikejar oleh tetangganya. Menurutnya, sebagian aksi teror tersebut juga terekam kamera CCTV. βBahkan cucu saya kalau mau keluar rumah sekarang jadi takut,β ujar Suraji. Ketua RW setempat, Supriyatla, mengatakan persoalan itu dipicu karena pelaku diduga tak terima ditegur terkait suara musik yang terlalu keras. Meski mediasi sudah dilakukan dua kali dan sempat berakhir damai, Suraji mengaku teror kembali terjadi sepekan kemudian. Ia pun membantah pernah menegur tetangganya dan kini memilih menempuh jalur hukum dengan melapor ke polisi. πΈ: Dok. Istimewa. β Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.β β π: focus | tetanggadepok | news | svl | R158 | E164 | V165 #bicarafaktalewatberita #kumparan β¬ original sound - kumparan - kumparan @kumparan Konflik antar tetangga di Gang At-Taufik, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas Depok ternyata sudah berlangsung sejak 2017. Korban menyebut, teror terus berlanjut hingga muncul tulisan berisi penghinaan yang ditempel dan dilaminating di depan rumah. Salah satu korban, Ashyfa, menyebut keluarganya pindah ke Depok sejak 2015 dari Kebagusan, Jakarta Selatan, untuk mencari ketenangan. Namun sejak 2017 gangguan terus terjadi. Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai mediasi, mengabaikan, hingga mengalah pergi saat pelaku marah. Karena sudah tidak kuat, keluarga akhirnya melapor ke Polres Metro Depok pada Kamis (15/7). Ashyfa menyebut keluarganya juga pernah mengalami kekerasan oleh pelaku namun saat itu belum ada CCTV terpasang di rumahnya, Ashyfa pun mengungkap, teror terbaru yang diterima adalah tulisan yang menurut korban merupakan bentuk teror dan intimidasi. Adapun dalam kasus ini, keluarga tersebut mendapatkan sejumlah perlakuan tak mengenakan, seperti rumah dilempari, pagar dirusak, hingga diancam akan disantet. Ketua RW setempat mengungkap konflik bermula dari pemilik rumah, Azis Suraji, menegur tetangganya itu imbas suara musik yang keras. Upaya mediasi pun dilakukan, namun perjanjian selalu dilanggar. kumparan telah mencoba mengkonfirmasi soal peristiwa ini ke tetangga atau terduga pelaku. Namun, ia menolak memberi penjelasan. πΈ: Dok. kumparan. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.β π: focus | tetanggadepok | news | videonews | R176 | E057 | V157 #bicarafaktalewatberita #kumparan β¬ original sound - kumparan - kumparan @kumparan Ketua RW setempat, Supriyatla, mengungkap awal pemicu teror tetangga yang dialami Azis Suraji di Gang At-Taufik, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok. Rumah Azis dilempar telor, sampah, pagar dirusak hingga diancam disantet. Supriyatla mengatakan, Azis pernah menegur tetangganya karena suara musik yang terlalu keras. "Jadi sebetulnya waktu pertama dulu pernah saya mediasi. Pelaku ini menyetel musik terlalu keras. Kemudian korban sempat mengucapkan 'stres'," ujar Supriyatla, Jumat (17/7/2026). Menurutnya, ucapan tersebut rupanya masih membekas di hati tetangganya tersebut hingga kini. "Rupanya sampai saat ini kata 'stres' itu masih terus diingat. Jadi seperti menjadi alasan untuk terus menyimpan dendam," katanya. Azis sendiri telah membantah pernah menegur tetangganya karena memasang musik dengan suara keras. Supriyatla mengaku sudah pernah memediasi kedua pihak. Dalam mediasi itu, tetangga yang melempari rumah Azis mengaku saat itu musik yang diputarnya tak terlalu keras. Selain dari RW, kata Supriyatla, keduanya juga pernah dimediasi oleh Babinsa hingga Bhabinkamtibmas, namun tidak berhasil. πΈ: Dok. kumparan, Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. π: focus | terortetangga| news | videonews | R176 | E057 | V157 #bicarafaktalewatberita #kumparan β¬ original sound - kumparan - kumparan