Leapmotor Dukung Perluasan Insentif Kendaraan Elektrifikasi

Wait 5 sec.

Diler pertama Leapmotor di Indomobil Plaza, Jakarta Utara (17/7/2026). Foto: Sena Pratama/kumparanPihak yang juga terbuka soal insentif untuk kendaraan elektrifikasi selain battery electric vehicle (BEV) juga datang dari Leapmotor. Merek asal China ini berharap ada perluasan stimulus pembelian untuk segmen new energy vehicle atau NEV.Selain BEV atau mobil listrik murni, kelompok NEV meliputi hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan range extender electric vehicle (REEV). Leapmotor menilai potensi kendaraan rendah polusi itu di pasar domestik."Khusus REEV dan PHEV dari mapping di Indonesia sendiri, kita tahu SPKLU itu masih jadi tantangan, saat ini kebanyakan di kota besar. Nah ini justru jadi peluang untuk PHEV dan REEV," buka Brand Head of Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor di Jakarta Utara, Jumat (17/7/2026).Samuel menilai saat ini sebagian masyarakat Indonesia sudah cukup terpapar soal kendaraan elektrifikasi, hanya saja masih berfokus pada segmen BEV. Padahal, masih terdapat teknologi lainnya yang bisa menyesuaikan dengan lebih banyak kebutuhan konsumen lainnya.Selain listrik murni, Leapmotor juga tengah kembangkan teknologi hybrid terbaru. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan"Jadi kalau melihat peluang untuk NEV mau itu BEV, REEV, atau PHEV peluangnya sangat besar. Tantangannya kembali soal edukasi, kalau berbicara market sebenarnya NEV itu sangat potensial," jelasnya.Data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mencatat pertumbuhan signifikan segmen kendaraan elektrifikasi dalam rentang 5 tahun terakhir. Dari semula tak sampai satu persen, kini cakupannya bisa lebih dari 20 persen.Aktivitas distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) kelompok xEV sepanjang Januari hingga Juni 2026 jumlahnya sudah mencapai 117.108 unit. Kontribusinya 26,8 persen dari total pasar yang berjumlah 436.564 unit.Rinciannya, segmen kendaraan elektrik murni atau BEV sedang mendominasi dengan total penjualan 69.739 unit atau menyumbang 59,6 persen dari keseluruhan xEV. Kemudian disusul hibrida HEV yang perolehannya 42.366 unit atau 36,2 persen dari akumulasi total.Kemudian PHEV hasilnya terbilang positif dengan catatan 5.003 unit yang tersalurkan ke jaringan diler alias porsinya 4,3 persen dari semua jenis xEV yang terjual. Capaian 6 bulan awal 2026 bahkan sudah mendekati seluruh penjualan 2025 sebanyak 175.144 unit.Leapmotor sambut peluang insentif kendaraan hybridLeapmotor Lafa 5. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanSamuel menambahkan, bila insentif kepemilikan untuk jenis kendaraan hibrida bisa terwujud, maka manfaatnya akan bermuara ke konsumen Indonesia. Juga secara tidak langsung meningkatkan kinerja industri otomotif domestik."Kalau ditanya berharap atau enggak, selama itu akan mempengaruhi keputusan (pembelian) konsumen untuk beralih dari ICE ke ini (elektrifikasi), pastinya kami sangat welcome. Cuma kita mesti menunggu," tandasnya.Dirinya juga secara terbuka berbicara peluang model-model hibrida Leapmotor untuk segera mendarat di Tanah Air. Secara global, Leapmotor setidaknya kini punya dua jenis teknologi yakni HEV dan REEV."Itu kita masih studi lagi. Jadi semoga bisa hadir lebih cepat, tapi sampai saat ini fokus kita masih di B10 BEV. REEV juga tertarik, tetapi sampai saat ini juga masih dipelajari, kita masih coba penetrasi di BEV dahulu," pungkas Samuel.