Gubernur Bank Sentral Iran menyatakan Teheran telah menyalurkan mata uang asing senilai USD2 miliar ke pasar untuk menunjukkan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent bahwa negara tersebut tidak kekurangan devisa. Pernyataan itu muncul seiring sanksi terbaru yang diterapkan AS pada Iran.