Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada. Foto: Facebook/Pemkab NagekeoWakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 20.10 WITA. Gonzalo mengembuskan napas terakhir di tenda darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada meninggal dunia. Foto: Facebook/Pemkab NagekeoDirektur RSUD Aeramo, Chandrawati Saragih, mengungkapkan Gonzalo tiba di IGD RSUD Aeramo sekitar pukul 19.32 WITA, Sabtu (3/10). Kondisinya saat itu tak sadarkan diri setelah dirujuk dari Puskesmas Kota.Gonzalo ditangani oleh dokter anestesi dan spesialis penyakit dalam di IGD. Sekitar setengah jam kemudian, ia dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang menanganinya."Tim medis sudah berusaha yang terbaik supaya bisa tertolong, ternyata jam 20.10 WITA dinyatakan meninggal," katanya.Chandrawati menduga Gonzalo mengalami serangan jantung. "Kemungkinan besar serangan jantung," ujarnya. Suasana tenda darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (30/9/2026). Foto: Arnidhya Nur Zhafira/ANTARASebelum meninggal, Gonzalo masih menjalankan tugas kedinasan, termasuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa.Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo salah satu gedung yang terdampak cukup parah saat gempa 7,7 M mengguncang NTT pada 15 Agustus lalu. Pelayanannya lalu dipindah di dalam tenda-tenda darurat. Suasana tenda darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (30/9/2026). Foto: Arnidhya Nur Zhafira/ANTARALangkah ini diambil karena bangunan utama satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Nagekeo tersebut mengalami kerusakan cukup parah, sehingga dinilai tidak aman jika tetap digunakan untuk melayani pasien dan melakukan tindakan medis.Suasana tenda darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (30/9/2026). Foto: Arnidhya Nur Zhafira/ANTARABerbagai bentuk pelayanan kesehatan pun mau tidak mau dialihkan ke area tenda darurat di luar gedung rumah sakit. Hingga saat ini layanan masih dilakukan di tenda darurat.Gempa 7,7 M pada 15 Agustus itu menyebabkan 156 orang di NTT meninggal dunia dan sekitar 1.600 terluka. Ribuan rumah warga rusak di wilayah terdampak utama seperti Nagekeo, Ende, Sikka (Maumere), Manggarai, dan Flores Timur.