Presiden Prabowo Subianto (kiri) memberi bintang tanda kehormatan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOPresiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10).Dalam rangkaian peringatan tersebut, Prabowo meresmikan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru, menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh dan perwira tinggi TNI, serta menyampaikan sejumlah pesan kepada prajurit.Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara. Sedangkan komandan upacara dijabat Letjen TNI Lucky Avianto yang saat ini merupakan Pangkogabwilhan III. Prabowo didampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, para kepala staf angkatan, serta sejumlah pejabat negara lainnya.Prabowo Resmikan 6 Kodam BaruSalah satu agenda utama dalam peringatan HUT ke-81 TNI adalah peresmian enam Kodam baru beserta panglimanya.Prabowo meresmikan enam Kodam tersebut sekaligus 204 satuan baru TNI. Peresmian dilakukan dalam upacara di Mabes TNI Cilangkap.“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini, hari Senin tanggal 5 Oktober 2026 dengan rahmat Tuhan Yang Maya Besar saya Prabowo Subianto presiden republik Indonesia dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI terdiri atas 6 komando daerah militer,” kata Prabowo.Enam Kodam baru tersebut mencakup berbagai wilayah, mulai dari Kepulauan Riau hingga Papua Tengah. Berikut daftar Kodam dan panglimanya:Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah — Mayjen RionardoKodam XXVIII/Moloku Kie Raha — Mayjen Nefra FirdausKodam XXVI/Mataram — Mayjen Drajad Brima YogaKodam XXIX/Mambruk — Mayjen Aminton ManurungKodam XXVII/Sobe Sonbai — Mayjen Thevi Angandowa ZebuaKodam XXX/Rinambora — Mayjen Edi Saputra.Keenam Kodam tersebut memiliki wilayah teritorial yang berbeda, yakni Kepulauan Riau, Maluku Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Tengah, Nusa Tenggara Timur, serta wilayah lainnya sesuai pembagian teritorial baru TNI.Presiden Prabowo Subianto menaiki mobil saat melakukan pengecekan pasukan saat peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOSjafrie hingga Panglima TNI Terima Bintang MahaputeraDalam rangkaian yang sama, Prabowo juga menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh dan perwira tinggi TNI.Penganugerahan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan. Tiga tokoh menerima Bintang Mahaputera Adipurna, yakni Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.Sementara itu, Bintang Mahaputera Adipradana diberikan kepada Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono.Penganugerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI yang juga diisi pemeriksaan pasukan, defile, atraksi, serta peresmian Kodam baru.Upacara HUT ke-81 TNI yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Foto: Dok. IstimewaPrabowo Naik Maung Saat Periksa PasukanAda pula momen menarik dalam rangkaian upacara. Prabowo menggunakan kendaraan taktis (rantis) Maung MV3 Tangguh ketika melakukan pemeriksaan pasukan dan melihat alutsista.Sebelum memasuki lapangan upacara, Prabowo tiba menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine berwarna putih. Ia terlihat berdiri di antara sunroof untuk menyapa masyarakat di sekitar.Setelah upacara dimulai, Prabowo kemudian menggunakan Maung MV3 Tangguh untuk berkeliling memeriksa pasukan. Kendaraan tersebut merupakan kendaraan serbaguna yang dapat mengangkut empat personel dan dirancang untuk mobilitas di medan yang menantang hingga operasi taktikal.Maung MV3 Tangguh memiliki tenaga 199 daya kuda dan torsi hingga 411 Nm. Kendaraan tersebut disebut mampu menempuh jarak hingga 500 kilometer dengan kecepatan maksimal 100 km/jam.Prajurit TNI membawa panji-panji satuan baru TNI saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOPrabowo: Jangan Pernah Jauh dari RakyatDalam amanatnya, Prabowo menekankan pentingnya hubungan TNI dengan rakyat. Ia mengingatkan bahwa TNI sejak awal berdiri tidak terpisahkan dari rakyat.“Saudara-saudara, kekuatan TNI sejak lahir tidak pernah terpisahkan dari rakyat. TNI adalah tentara rakyat, TNI adalah tentara nasional, TNI adalah tentara pejuang,” kata Prabowo.Ia menyebut tema HUT ke-81 TNI tahun ini, yakni “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, memiliki makna penting.Prabowo juga mengingatkan sejarah TNI yang lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat.“Saya katakan tadi TNI lahir dari rakyat, TNI berjuang bersama rakyat. TNI adalah tentara pejuang kemerdekaan. Sebelum negara bisa memberi anggaran, TNI berdiri dari rakyat, tanpa digaji, yang memberi makan TNI adalah seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.Karena itu, Prabowo meminta seluruh kekuatan TNI digunakan untuk melindungi rakyat.“Seluruh kekuatan TNI dengan demikian harus dipersembahkan untuk melindungi rakyat. Jiwamu, ragamu sudah bukan milikmu lagi, sudah bukan milik keluargamu lagi. Jiwa dan ragamu milik rakyat Indonesia,” kata Prabowo.Ia juga meminta prajurit tetap berada di tengah masyarakat.“Karena itu jangan pernah jauh dari rakyat, harus di tengah-tengah rakyat. Prajurit TNI harus selalu mendengarkan kesulitan rakyat, harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” kata dia.Upacara HUT ke-81 TNI yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Foto: Dok. IstimewaTNI Diminta Utamakan Prestasi, Bukan SenioritasPrabowo juga menyinggung sistem pengembangan karier di tubuh TNI. Ia meminta prestasi menjadi dasar utama, bukan sekadar senioritas.“Saudara-saudara, TNI harus menjadi kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, adaptif. TNI sekarang harus menguasai teknologi, TNI sekarang harus mengutamakan prestasi,” kata Prabowo.Menurut Prabowo, TNI yang kuat harus memberikan ruang bagi prajurit yang memiliki kemampuan dan prestasi.“Sekali lagi saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sistem sekadar senioritas, apalagi sistem-sistem yang sempit, ya. Loyalitas sempit, loyalitas perangkatan dan sebagainya,” ujarnya.Ia juga kembali menekankan pentingnya peningkatan kemampuan prajurit karena ancaman pertahanan tidak selalu berbentuk perang fisik.“Saudara-saudara sekalian, perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih. Masa damai adalah persiapan menghadapi ancaman yang paling buruk sekalipun,” tuturnya.Prabowo meminta prajurit TNI mampu bersinergi dengan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat di daerah.“Saudara-saudara, prajurit TNI harus mampu bekerja sama dan bersinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dengan para gubernur, para bupati, para camat, para kepala desa, para kepala-kepala suku,” kata dia.Presiden Prabowo Subianto menaiki mobil saat melakukan pengecekan pasukan saat peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOPrabowo Soroti Ancaman Ekonomi hingga PenyelundupanDalam amanatnya, Prabowo juga menyinggung situasi dunia yang menurutnya penuh gejolak dan ketidakpastian. Ia menyebut ancaman terhadap Indonesia tidak hanya datang dalam bentuk serangan fisik.Prabowo mengatakan ancaman saat ini juga dapat berupa serangan siber dan berita bohong yang berpotensi memecah belah bangsa.“Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri. Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.Ia menilai penyelundupan keluar dapat mengancam kedaulatan karena berkaitan dengan pencurian kekayaan Indonesia. Sementara penyelundupan ke dalam, seperti narkotika, disebut mengancam kelangsungan hidup bangsa.“Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita,” tambahnya.Prabowo kemudian kembali meminta TNI beradaptasi dengan perkembangan bentuk ancaman.“Perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih. Masa damai adalah persiapan menghadapi ancaman yang paling buruk sekalipun,” ungkap Prabowo.Ia juga mengingatkan besarnya tantangan pertahanan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau, wilayah laut luas, dan garis perbatasan yang panjang.“Di Eropa terdiri dari 30 negara lebih. Mereka punya 30 angkatan perang, 30 angkatan udara, 30 angkatan laut. Kita satu, TNI. Tugas saudara berat, tapi saya yakin saudara mampu,” tutur Prabowo.