Serah Terima Jabatan Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji dari Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat (2/10/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanTongkat estafet kepemimpinan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi diserahkan kepada Muhammad Sarmuji, yang sebelumnya diemban oleh Agus Gumiwang Kartasasmita selama 7 tahun sejak era Presiden Joko Widodo.Saat prosesi pelantikan yang dilakukan di kantor Kemenperin pada Jumat (2/10), Sarmuji mengatakan bahwa industri merupakan sektor yang sangat vital bagi Indonesia, menjadi penopang untuk melakukan leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja."Pada hari ini kita bisa melakukan serah terima jabatan dari Menteri Senior Pak Agus Gumiwang Kartasasmita ke saya. Mudah-mudahan dengan kedekatan kami transisi ini berjalan mulus, ada bagi pengalaman, dan saya tetap berharap ada masukan, saran, nasihat," katanya di Jakarta.Sarmuji tentu akan melanjutkan rencana dan program Kemenperin yang sebelumnya telah disusun selama masa kepemimpinan Agus Gumiwang. Salah satunya di sektor otomotif yang tengah menghadapi sejumlah tantangan.Sekretaris Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), Kukuh Kumara. Foto: Sena Pratama/kumparanIklim industri otomotif domestik saat ini tidak bisa dibilang mudah, pasar masih susah menyerap penjualan lebih dari satu juta unit beberapa tahun terakhir. Selain itu, sektor ini tengah mengalami masa transisi teknologi untuk mengejar target net zero emission.Lebih lanjut, konsumen di Indonesia juga sekarang tengah menikmati berbagai macam pilihan kendaraan elektrifikasi dengan harga bersaing. Namun satu sisi, pemerintah juga mengejar nilai tambah serta keterlibatan ekosistem industri pendukung agar tetap tumbuh.Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara menyebut fondasi industri otomotif dalam negeri sudah dibangun sangat lama, pemerintah diharapkan terus mendukung dan melindungi pemain lokal."Kalau kita pada dasarnya itu butuh komitmen jangka panjang, ya. Jadi kita harapkan program-program pemerintah itu berjalan sebagaimana seperti yang sudah ditetapkan, jangan ada perubahan yang mendasar," ujar Kukuh kepada kumparan, Jumat (2/10).Antusiasme pengunjung di GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang. Foto: Dok. Instagram @giias_idMenyambut nakhoda baru di tubuh Kemenperin, Kukuh berharap pemerintah tetap menaruh perhatian pada sektor otomotif yang merupakan salah satu pilar penting industri nasional. Serta pemanfaatan lebih jauh potensi yang dimiliki Indonesia."Mudah-mudahan ya ini juga mampu membangkitkan industri kita kembali untuk tembus lebih dari satu juta (unit per tahun). Konsistensi kebijakan itu mendorong peningkatan utilisasi kapasitas yang ada," katanya.Beberapa agenda yang kerap digaungkan Menteri Perindustrian sebelumnya adalah fokus peningkatan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN, terutama mobil listrik murni. Kemudian hilirisasi industri baterai untuk kendaraan elektrifikasi.Lalu wacana pengadaan program bantuan pemerintah atau insentif untuk kendaraan elektrik roda dua baru dan konversi guna membantu meningkatkan volume penjualan. Serta investasi industri komponen pendukung dan peningkatan kinerja ekspor.