Ilustrasi keluarga dengan dua anak. Foto: Hananeko_Studio/ShutterstockBanyak ibu bercerita di sosial media, bahwa dirinya tumbuh dalam keluarga cemara. Ya, Moms, keluarga cemara adalah keluarga yang terasa hangat, saling mendukung, dan membuat anak merasa aman di rumahh.Pengalaman tersebut juga dapat menjadi bekal bagi anak dalam menjalani kehidupannya ketika dewasa nanti. Menurut Psikolog Klinis Anak Rumah Dandelion, Reti Oktania, M.Psi, salah satu lingkungan keluarga yang dapat mendukung perkembangan anak adalah keluarga yang menerapkan pola asuh demokrasi.Dalam pola asuh ini, anak diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan, tetapi tetap mendapatkan batasan serta arahan yang jelas dari orang tua. Lantas, apa saja manfaat anak yang dibesarkan dalam keluarga seperti ini?3 Manfaat Anak Bila Tumbuh di Keluarga CemaraIlustrasi keluarga. Foto: Shutterstock1. Membantu Anak Memiliki Emosi yang SehatReti menjelaskan, anak yang dibesarkan dalam keluarga demokratis dapat memiliki rasa keberhargaan diri (self-esteem) yang sehat.“Anak memiliki rasa keberhargaan diri (self-esteem) yang sehat. Merasa cukup dengan dirinya sendiri, namun tetap bisa terbuka pada masukan dari pihak lain,” jelas Reti pada kumparanMOM, Senin (5/10).Selain itu, anak juga dapat memiliki kemampuan regulasi emosi yang lebih baik. Sebab, sejak dini ia mendapatkan contoh dari keluarga tentang bagaimana mengelola emosi dengan sehat.“Anak dapat mengelola emosi dengan sehat karena dicontohkan oleh keluarganya sejak dini,” lanjutnya.Kemampuan ini tentunya dapat menjadi bekal bagi anak ketika menghadapi berbagai situasi dan tantangan saat dewasa.2. Lebih Mampu Berkomunikasi dan Menjalin HubunganKeluarga juga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar berkomunikasi dan memahami orang lain. Ketika anak diberi kesempatan menyampaikan pendapat, ia belajar bahwa suaranya memiliki ruang untuk didengar.Reti mengatakan, pola tersebut dapat membantu anak memiliki keterampilan komunikasi yang baik sekaligus memahami batasan.“Sejak kecil diberi ruang untuk menyampaikan pendapat sambil dibiasakan untuk menghargai batasan yang ada,” ujar Reti.Anak juga dapat belajar memiliki empati dan bekerja sama dengan orang lain.3. Terbiasa Mengambil Keputusan dan Bertanggung JawabKetika anak diberi kesempatan untuk mengambil keputusan sesuai dengan usianya, ia juga belajar memahami konsekuensi dari pilihannya.Menurut Reti, kebiasaan tersebut dapat membuat anak lebih terbiasa bertanggung jawab atas pilihannya ketika dewasa.“Orang tua sejak dulu memberi ia kesempatan untuk mengambil keputusan sambil diberi panduan yang jelas sehingga anak juga dapat belajar menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan berbagai pihak, bukan hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri," kata Reti.Berbagai kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi anak dalam menjalani kehidupan hingga dewasa. Bahkan, pengalaman yang ia dapatkan dari keluarga juga berpotensi memengaruhi caranya membangun keluarga di kemudian hari.