Pemandangan bagian luar Etihad Stadium milik Manchester City. Foto: Lee Smith/REUTERSKomisi independen Premier League mengancam masa depan Manchester City lewat sanksi berat akibat dugaan pelanggaran aturan finansial.Jika banding klub gagal, raksasa Inggris ini berisiko kehilangan para pemain bintang senilai lebih dari satu miliar poundsterling dalam satu jendela transfer yang sama. Situasi ekstrem tersebut akan memicu penurunan nilai pasar secara drastis karena klub-klub rival siap menampung para pemain dengan harga murah.Potensi Sanksi Berat dan Kehancuran Finansial KlubSanksi terberat yang membayangi Manchester City meliputi degradasi paksa ke divisi terbawah piramida sepak bola Inggris atau pengurangan poin dalam jumlah besar. Kehilangan tempat di Premier League dan Champions League otomatis akan memotong pendapatan hak siar serta hadiah kompetisi hingga ratusan juta poundsterling.Klub berjuluk The Citizens tersebut mencatat tagihan gaji pemain mencapai lebih dari 400 juta poundsterling per musim setelah mendatangkan sejumlah pilar baru. Tanpa pemasukan dari kompetisi elite Eropa, pemilik klub dilarang keras menyuntikkan dana pribadi secara ilegal untuk menutup defisit anggaran tersebut.Dilema Kontrak dan Penurunan Nilai Jual PemainKondisi darurat finansial memaksa manajemen melepas para pemain bintang dengan harga miring demi mengurangi beban gaji bulanan yang sangat tinggi. Namun, klub-klub peminat diperkirakan enggan menyamai nilai kontrak bernilai fantastis yang saat ini dipegang oleh skuad Manchester City.Seorang mantan direktur olahraga Premier League mengungkapkan pandangannya kepada ESPN mengenai rumitnya melepas pemain bergaji tinggi dalam situasi krisis ini.“Klub lain harus menjual pemain mereka terlebih dahulu untuk menyediakan ruang finansial bagi bintang baru dari City, dan City pasti akan mengalami penurunan nilai pasar yang signifikan,” ujarnya.“Kecuali jika klub baru bersedia mengambil alih kontrak lama mereka sepenuhnya, tetapi percayalah, mereka tidak akan mau melakukannya tanpa kompensasi subsidi dari City,” tambahnya lagi.Risiko Kehilangan Pemain Secara Gratis Lewat Jalur HukumPara pemain bintang juga memiliki celah hukum untuk memutuskan kontrak mereka secara sepihak jika klub terbukti bersalah melanggar aturan liga secara sistematis. Hubungan kerja antara pemain dan pihak klub didasarkan pada asas kepercayaan bersama yang kini terancam runtuh.Praktisi hukum terkemuka Paul Gilroy KC menjelaskan bahwa setiap kontrak kerja memiliki klausul tersirat mengenai rasa saling percaya yang mutlak dijaga.“Pemain bisa saja menyatakan bahwa klub telah melanggar rasa saling percaya tersebut, sehingga mereka berhak merobek kontrak dan pergi begitu saja,” jelas Gilroy.Fenomena ini menjadi ironi besar mengingat sejarah kesuksesan Manchester City yang dahulu dibangun dengan membajak bintang-bintang milik klub rival. Kini, giliran klub-klub pesaing di Inggris dan Eropa yang bersiap memburu pilar-pilar Etihad Stadium dengan harga murah di pasar transfer mendatang.