Pidato Prabowo, Sekolah Rakyat dan Fondasi SDM Kita

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOPresiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 dalam Rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kompleks Parlemen Senayan pada 14 Agustus 2026 lalu. Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti sejumlah agenda strategis pemerintah, mulai dari swasembada pangan, pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan BUMN, koperasi desa hingga program Sekolah Rakyat.Ketika membahas Sekolah Rakyat, Prabowo terlihat sangat antusias. Ia memaparkan perkembangan pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen yang diselesaikan pemerintah dalam waktu kurang dari satu tahun terakhir. Artinya secara kumulatif bila ditambah dengan sekolah rintisan yang masih aktif, setidaknya dalam 21 bulan pemerintahan Prabowo terdapat 182 titik Sekolah Rakyat yang telah beroperasi. Jumlah ini diproyeksikan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan mengingat pemerintah menargetkan setiap wilayah kota dan kabupaten di Indonesia akan memiliki satu Sekolah Rakyat. Selain itu di depan seluruh hadirin, Prabowo juga memamerkan capaian prestasi siswa dari Sekolah Rakyat, seperti : tujuh siswa juara Olimpiade Nasional, siswa yang berhasil juara karateka tingkat kabupaten hingga keberhasilan satu siswa yang terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional.Tidak hanya menyampaikan capaian pemerintah di bidang pendidikan dan infrastruktur sosial, Prabowo juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan dalam menjalankan program-program prioritas tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat. Bagi Prabowo hal ini sangat krusial mengingat kondisi eksisting pendidikan di Indonesia yang paling membutuhkan perhatian saat ini adalah aksesibilitas bagi masyarakat kurang mampu.Faktanya, banyak anak dari keluarga kurang mampu terkendala masalah ekonomi. Akibat keterpurukan ekonomi dan kemiskinan tersebut, mereka kesulitan melanjutkan cita-cita. Menurut Prabowo, pelaksanaan program Sekolah Rakyat selaras dengan Pasal 34 UUD 1945, di mana negara hadir memberikan intervensi kepada masyarakat miskin agar mereka dapat bersekolah, berprestasi, dan menggapai cita-cita mereka.Menutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyatukan visi dalam mengawal agenda strategis pemerintah demi menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mewujudkan pemerataan kesejahteraan yang inklusif di seluruh Indonesia.Sekolah RakyatGagasan Sekolah Rakyat dilandaskan pada cita-cita Prabowo dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. Penerima manfaatnya adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang datanya berasal serta diverifikasi oleh Kementerian Sosial RI. Anak-anak tersebut kemudian dimasukkan ke dalam Asrama lalu diberikan fasilitas penunjang serta dipastikan memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan. Fondasinya dibentuk dengan pembangunan karakter setiap siswa agar memiliki sifat yang gigih dan pantang menyerah dalam menggapai cita-cita. Hal ini sangat penting mengingat secara psikologis anak-anak dari keluarga kurang mampu kerap memiliki keraguan untuk bersaing karena merasa minder. Itu sebabnya, baik pembina, pengasuh maupun guru-guru yang bertugas di Sekolah Rakyat tidak hanya membekali para siswa dengan ilmu pengetahuan tapi juga rasa percaya diri serta optimisme agar mereka bisa sukses dan keluar dari kemiskinan. Hal ini terlihat jelas dari kurikulum yang digunakan Sekolah Rakyat yang didesain khusus dengan menyesuaikan kebutuhan siswa dan lingkungan sosial mereka. Adapun kurikulum sekolah rakyat terdiri dari tiga jenis yaitu Pertama, Kurikulum Persiapan yang diaplikasikan melalui identifikasi bakat serta minat siswa melalui kesiapan fisik, mental dan akademik dengan tujuan agar siswa memahami di mana potensi yang kuat di dalam dirinya. Kedua, Kurikulum Sekolah Formal dalam mendukung pembelajaran akademik yang sistematis serta sesuai dengan regulasi nasional dari empat kementerian terkait yaitu Kemendikdasmen RI, Kemendiktiristek RI, Kemenag RI, dan Kemensos RI. Ketiga, Kurikulum Sekolah Asrama dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan siswa. Ketiga, kurikulum ini saling melengkapi dan terintegrasi secara satu sama lain dalam membentuk siswa yang unggul, berdaya saing, serta berkarakter. Artinya kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya hadir sebagai sarana akademis siswa, tetapi juga menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu memutus rantai kemiskinan antar generasi. Fondasi SDM KitaSalah satu indikator dalam mengukur kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia adalah pendidikan. Alasannya tingkat pendidikan menjadi prasyarat utama dalam mendukung seseorang dalam memperoleh, mendapatkan atau menentukan pekerjaan mereka. Melalui pendidikan, seorang individu dapat meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas pilihan karier mereka di tengah persaingan kerja serta membuka peluang karier yang lebih luas dan beragam.Apalagi fakta di lapangan menunjukkan akses terhadap pendidikan berkualitas belum bisa dinikmati secara merata. Di mana menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2025 berada pada angka 75,90. Meski terus meningkat, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas baru mencapai 9,07 tahun. Artinya ada ketimpangan antarwilayah dan antarkelompok ekonomi yang masih menjadi tantangan dalam pendidikan di Indonesia. Selain itu, Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat SMA/sederajat nasional berada di kisaran 68,23%. Angka tersebut memperlihatkan masih adanya jurang ketimpangan yang cukup lebar antara masyarakat yang mampu dan masyarakat kurang mampu dalam mengakses pendidikan. Dampaknya banyak anak dari keluarga miskin terpaksa berhenti sekolah sehingga kemiskinan terus berulang dari orang tua ke anak-anak mereka. Di sinilah peran strategis dari keberadaan Sekolah Rakyat sebagai fondasi utama pembangunan SDM kita. Melalui Sekolah Rakyat hambatan aksesibilitas terhadap pendidikan diperlancar. Negara pada akhirnya mengambil peran bagi anak-anak kurang mampu melalui pembelajaran akademis dan pembentukan karakter sehingga di mana pun mereka kelak telah siap dalam persaingan di dunia kerja. Kebijakan Sekolah Rakyat yang sedang dijalankan pemerintahan Prabowo ini menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Melalui Sekolah Rakyat, negara hadir secara nyata membukakan jalan bagi anak-anak yang selama ini kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak akibat keterbatasan ekonomi. Melalui pendidikan inklusif yang dihadirkan negara ini merupakan wujud pemenuhan hak dasar warga negara, sekaligus bentuk pelaksanaan amanat Pembukaan UUD 1945 alinea keempat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.