Gempa NTT, Kemensos Kerahkan Personel dan Mobilisasi Bantuan

Wait 5 sec.

Kemensos gerakkan Tagana dan salurkan bantuan logistik awal senilai Rp 4,5 miliar untuk penanganan korban gempa bumi 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Kemensos RITak lama setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, Kementerian Sosial langsung mengerahkan Tagana dan petugas ke wilayah terdampak, menyiapkan pengungsian sementara, serta memobilisasi bantuan logistik sementara senilai lebih dari Rp 4,5 miliar. Masih akan ditambah menyesuaikan keadaan di lapangan.Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan seluruh unsur penanganan bencana telah bergerak dan berkoordinasi di lapangan. Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten terdampak juga terus melakukan asesmen untuk memastikan kondisi warga dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi.“Semua unsur sudah bergerak dan berkoordinasi di lapangan. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, pemerintah daerah, serta relawan dari berbagai unsur bersama-sama melakukan evakuasi dan memberikan dukungan logistik yang dibutuhkan,” kata Gus Ipul.“Gubernur dan para bupati yang daerahnya terdampak juga sudah aktif bergerak. Untuk data sementara warga maupun infrastruktur yang terdampak masih dalam proses pendataan,” lanjutnya.Gempa terjadi pukul 05.58 WITA dengan episenter berada di laut sekitar 30-38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa berkedalaman 15 kilometer tersebut dirasakan di sejumlah wilayah NTT hingga beberapa daerah di luar provinsi.BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pada pukul 05.02 WIB (06.02 WITA). Warga di sejumlah wilayah pesisir kemudian bergerak menuju tempat yang lebih tinggi. Peringatan tersebut diakhiri pada pukul 07.41 WIB (08.41 WITA) setelah ancaman tsunami dinyatakan berlalu.Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Sabtu siang, sekitar 2.000 jiwa terdampak. 1 orang dilaporkan meninggal dunia dan 4 orang mengalami luka-luka. Data tersebut masih terus diverifikasi dan dapat berubah mengikuti hasil pendataan di lapangan.Wilayah terdampak sementara meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Ende, serta sejumlah wilayah lainnya. Nagekeo, khususnya Mbay dan sekitarnya, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak.Kemensos gerakkan Tagana dan salurkan bantuan logistik awal senilai Rp 4,5 miliar untuk penanganan korban gempa bumi 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Kemensos RISejak laporan gempa diterima, Kemensos langsung mengerahkan personel Tagana dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB). Mereka bergabung dengan unsur penanganan lainnya untuk membantu asesmen, evakuasi, pendataan warga, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak.Tenda-tenda darurat juga disiapkan untuk warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara. Sejumlah titik yang digunakan warga untuk mengungsi antara lain Lapangan Umum Mbay serta beberapa lokasi aman di wilayah Maumere, Borong, dan Ruteng.Bersamaan dengan penanganan warga, Kemensos langsung menggerakkan stok logistik dari Sentra Efata Kupang. Bantuan senilai Rp 1,015 miliar diarahkan ke Kabupaten Nagekeo agar kebutuhan dasar warga dapat segera dipenuhi.Kemensos juga mengoptimalkan stok yang tersedia di Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT. Bantuan senilai sekitar Rp 541,6 juta didistribusikan untuk mendukung penanganan di Nagekeo, Sikka/Maumere, Ende, dan Manggarai Timur.Untuk memastikan persediaan logistik tetap mencukupi selama masa penanganan, saat ini dukungan dari Gudang Pusat Bekasi juga dimobilisasi menuju NTT. Sebagian dikirim ke Dinas Sosial Provinsi NTT senilai Rp 1,482 miliar dan sebagian lainnya menuju Sentra Efata Kupang senilai Rp 1,478 miliar.Secara keseluruhan, nilai dukungan logistik yang dimobilisasi mencapai sekitar Rp4,518 miliar. Bantuan yang disiapkan antara lain:6.000 paket makanan siap saji dan 1.624 paket makanan anak600 paket family kit1.700 lembar tenda gulung600 lembar selimut780 lembar kasur233 unit velbed93 unit tenda keluarga dan tenda keluarga portabel24 unit tenda serbaguna dan empat unit tenda induk800 paket shower kit1.440 paket perlengkapan dan sandang anakBerbagai kebutuhan sandang dewasa, pakaian dalam, daster, dan perlengkapan ibadah104 set peralatan dapur keluarga2 set dapur umum lapangan dan 10 unit lampu darurat portabel.Kemensos gerakkan Tagana dan salurkan bantuan logistik awal senilai Rp 4,5 miliar untuk penanganan korban gempa bumi 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Kemensos RI“Logistik sudah kita gerakan dari Kupang dan dari pusat. Tim Kemensos juga berada di lapangan bersama pemerintah daerah dan unsur lainnya. Kita sesuaikan dukungan berikutnya dengan hasil asesmen dan kebutuhan warga,” kata Gus Ipul.Selain memastikan bantuan tersedia, tim Kemensos bersama pemerintah daerah terus melakukan verifikasi dan validasi terhadap korban meninggal, korban luka, warga yang membutuhkan pengungsian, serta kerusakan rumah dan bangunan. Pendataan tersebut penting untuk menentukan kebutuhan lanjutan dan bentuk dukungan yang harus diberikan kepada masing-masing wilayah.Hingga laporan terakhir, sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi ke dataran tinggi mulai kembali setelah peringatan dini tsunami dicabut. Namun, titik-titik pengungsian yang masih aktif tetap mendapat pelayanan dari tim gabungan.Di lokasi terdampak, kebutuhan warga terus dipantau. Tenda darurat disiapkan untuk tempat tinggal sementara, sementara pelayanan kesehatan dan dukungan logistik diberikan bagi warga yang masih berada di pengungsian.Kerusakan bangunan juga masih diverifikasi. Laporan sementara menunjukkan terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan berat hingga ringan-sedang di sejumlah wilayah. Sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta infrastruktur lainnya turut terdampak.Aliran listrik di beberapa wilayah Nagekeo, Sikka, dan Manggarai sempat mengalami gangguan dan secara bertahap mulai kembali menyala. Sementara akses jalan yang sebelumnya sempat terhambat puing telah ditangani sehingga dapat kembali dilalui.Aktivitas gempa susulan juga masih berlangsung dan terus dipantau. Karena itu, warga diminta tetap waspada, menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah dan BMKG.Gus Ipul mengatakan jajaran Kemensos akan terus berada di lapangan dan memperbarui dukungan sesuai perkembangan kondisi serta hasil pendataan.“Tim akan terus dampingi warga. Yang perlu dievakuasi kita bantu evakuasi, yang membutuhkan tempat sementara kita siapkan, kebutuhan dasarnya kita dukung. Tim terus berkoordinasi karena data dan kondisi di lapangan masih berkembang,” kata Gus Ipul.Penanganan dilakukan bersama Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos, Sentra Efata Kupang, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak, BNPB/BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, serta relawan dan berbagai unsur lainnya.