Warga melintas di bantaran Kali Bekasi yang berbusa dan berwarna hitam diduga tercemar limbah pabrik di kawasan Margahayu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTOPermukaan Kali Bekasi yang ada di dekat Bendung Bekasi, Jalan M. Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, Jawa Barat tampak dipenuhi oleh busa yang menggumpal. Kondisi tersebut terlihat di beberapa bagian aliran kali dan membuat sebagian permukaan air tertutup oleh busa.Pantauan di lokasi, busa tampak menggumpal saat debit air mengalir deras dari pintu air di dan terbawa mengikuti arus kali. Gumpalan busa tersebut kemudian tersebar menutupi beberapa bagian sampai ke pinggir area kali. Selain gumpalan busa, warna air pada kali tersebut juga tampak menghitam.Seorang buruh harian, Iin (50), mengatakan kondisi Kali Bekasi yang berbusa bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, fenomena tersebut kerap muncul ketika memasuki musim kemarau panjang dan kemudian terdapat tambahan aliran air dari hulu."Ya setiap musim kemarau panjang, lalu ada air datang bertambah, dia akan mengeluarkan busa begini," kata Iin saat diwawancarai di sekitar Kali Bekasi, Kamis (20/8).Pak Iin (50) warga sekitar bendungan Kali Bekasi, Bekasi Timur, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanIin mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab maupun asal busa yang muncul di permukaan Kali Bekasi. Dia hanya menyebut mencium bau yang menurutnya menyerupai limbah pabrik."Kurang tahu saya. Kayaknya sih limbah pabrik baunya mah. Cuma enggak tahu asal-usul dari mana," ujarnya.Meski demikian, menurut pengetahuannya busa tersebut tidak mengandung zat berbahaya. Dia menduga busa muncul akibat endapan air dari hulu yang terbentuk setelah kemarau panjang dan kemudian terbawa saat debit air bertambah."Jadi ini cuma murni air yang dari atas dari hulu jatuh karena endapan lama apa kemarau agak panjang jadi mengendap," kata Iin.Lebih lanjut, kondisi kali yang berbusa cukup mengganggu warga meski berada cukup jauh dari permukiman. Iin mengatakan kondisi tersebut berpotensi membahayakan, meski warga tidak selalu mengetahui kondisi air di kali secara langsung."Kalau warga ya terganggu sih, tapi kan jauh dari warga," ungkapnya.Penampakan Kali Bekasi yang dipenuhi oleh gumpalan busa, Bekasi Timur, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan"Ya kalau masalah berbahaya mah ya pasti berbahaya sih. Tapi kan orang mana tahu kalau sekilas setiap ininya mah enggak selalu banyak orang di kali," lanjutnya.Iin juga mengatakan tidak ada warga yang menggunakan air di lokasi tersebut untuk mandi maupun mencuci. Aktivitas warga di sekitar kali lebih banyak dilakukan untuk mencari ikan."Di sini enggak ada. Paling cuma yang ada kalau nyari ikan ada," tuturnya.Namun, kemunculan busa disebut berdampak terhadap ikan di aliran Kali Bekasi. Iin mengatakan ikan dapat mati ketika di kondisi tersebut."Ya mati. Kalau ikan mah pasti matilah ikan-ikan putih mah," ucapnya.Penampakan Kali Bekasi yang dipenuhi oleh gumpalan busa, Bekasi Timur, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanKondisi tersebut juga membuat warga tidak lagi memancing di sekitar kali. Menurut Iin, aktivitas memancing biasanya dilakukan setiap hari ketika kondisi air masih baik, tetapi berhenti ketika air mulai berbusa."Enggak ada yang mancing. Kalau air bagus mah tiap hari ada yang mancing. Kalau air gini sudah enggak ada yang mancing," tutup Iin.