BorneoFlash.com, SAMARINDA – Nuansa merah putih menyelimuti kawasan Simpang Lembuswana pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Di tengah cuaca terik yang melanda Kota Samarinda akibat musim kemarau, ribuan masyarakat tetap antusias mengikuti apel penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih.Kegiatan yang berlangsung di salah satu simpang utama kota tersebut menjadi titik berkumpulnya berbagai unsur masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan. Saat sirine dibunyikan selama satu menit, seluruh peserta menghentikan aktivitas, berdiri tegak, dan memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih sebelum bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.Apel dipimpin langsung oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar. Kehadiran berbagai komunitas dan instansi membuat suasana semakin semarak. Relawan pemadam kebakaran, pengemudi ojek online, personel BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga organisasi kemasyarakatan turut mengambil bagian dalam kegiatan yang diikuti sekitar 2.000 peserta tersebut.Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, peringatan kemerdekaan menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat rasa cinta tanah air.“Semangat kemerdekaan harus terus dijaga melalui kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Kebersamaan yang terlihat hari ini menunjukkan bahwa nilai persatuan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.Menurutnya, penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penghargaan atas perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.“Setiap warga memiliki kesempatan untuk mengisi kemerdekaan dengan tindakan positif, baik melalui pengabdian, kepedulian sosial, maupun kerja-kerja yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.Hendri juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan komunitas yang selama ini aktif membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan kebencanaan dan kegiatan kemanusiaan.Di sisi lain, Ketua Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto, menjelaskan bahwa apel penghormatan bendera di Simpang Lembuswana telah menjadi tradisi tahunan yang rutin digelar sejak 2020.“Kegiatan ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Dukungan masyarakat semakin besar dan partisipasi berbagai elemen juga terus bertambah. Kami bersyukur semangat nasionalisme ini tetap terjaga,” ungkapnya.Ia menilai keterlibatan banyak pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan mampu menjadi ruang pemersatu masyarakat tanpa memandang latar belakang.Usai apel, sejumlah armada pemadam kebakaran melakukan atraksi penyemprotan air ke udara. Selain menjadi penutup rangkaian kegiatan, aksi tersebut juga menyimpan pesan simbolis berupa harapan agar musim kemarau yang berlangsung di Samarinda segera berganti dengan turunnya hujan.Menurut Joko, penyemprotan air itu juga dimaknai sebagai ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang berpotensi memicu kebakaran.“Peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas sosial. Dengan kebersamaan dan gotong royong, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama,” tutupnya.