HUT ke-81 RI, Bupati Aulia Rahman Bicara Kukar Berdikari dan Nasib Ekonomi di Tengah Polemik RKAB

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, KUKAR – Semangat kemerdekaan tak hanya bicara soal upacara dan mengibarkan bendera. Bagi Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, momentum HUT ke-81 RI juga menjadi pengingat agar daerah mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri.Aulia mendorong pemerintah dan masyarakat, termasuk komunitas sekolah serta para kepala sekolah, ikut mengambil peran dalam membangun kemandirian Kukar. Menurutnya, kerja keras di dunia pendidikan akan punya pengaruh besar terhadap masa depan daerah."Kita menginginkan sebuah pemerintahan yang berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, serta mampu membiayai dirinya sendiri. Semangat inilah yang harus menjadi motivasi bagi umat dan seluruh masyarakat di balik setiap perayaan maupun aktivitas produksi yang kita lakukan," jelas Aulia, Senin (17/8/2026).Ia mengajak masyarakat tidak sekadar mengenang perjuangan para pahlawan setiap kali peringatan kemerdekaan tiba. Semangat yang sama, kata dia, perlu diteruskan melalui kerja dan kontribusi nyata sesuai peran masing-masing.Pemkab Kukar pun terus membuka komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat. Dari sana, pemerintah berupaya memetakan potensi yang ada dan melihat kemampuan apa saja yang bisa dikembangkan agar memberi manfaat bagi daerah.Di tengah dorongan membangun daerah yang lebih mandiri, persoalan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) juga masih menjadi perhatian. Isu tersebut telah bergulir dalam beberapa bulan terakhir dan pemerintah daerah masih melakukan komunikasi secara intensif.Aulia mengatakan, apabila belum ada kejelasan ataupun perubahan regulasi yang berkaitan dengan RKAB, proses penyelidikan akan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku sebagai bagian dari penegakan hukum.Namun di sisi lain, ia menegaskan persoalan tersebut jangan sampai membuat aktivitas ekonomi masyarakat ikut tersendat.Pemkab Kukar tetap berkomitmen menjaga roda perekonomian agar berjalan. Stabilitas ekonomi dan kondisi daerah yang kondusif dinilai penting agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dan menjalankan kegiatan ekonominya di tengah proses yang sedang berlangsung.