Kebundesa Open Fun Swimming Jadi Wadah Pengembangan Atlet Usia Dini

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Ratusan atlet muda dari berbagai daerah memadati Kolam Renang Agrowisata Kebun Ndesa, Samarinda Utara, dalam gelaran Kebundesa Open Fun Swimming dan Kejuaraan Renang Antarpelajar Tahun 2026, pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu tak hanya menghadirkan persaingan olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet serta promosi destinasi wisata lokal.Tercatat sekitar 500 perenang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka datang dari sejumlah daerah, di antaranya Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang, Berau hingga Kabupaten Barito Timur. Selama kompetisi berlangsung, ribuan nomor lomba dipertandingkan dengan melibatkan atlet dari berbagai kelompok usia.Ketua Panitia, Fitri Handayani, mengatakan peningkatan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga renang terus tumbuh. Menurutnya, kejuaraan ini dirancang untuk memberikan ruang kompetisi bagi atlet sekaligus mengenalkan potensi wisata yang dimiliki Kebun Ndesa. lihat foto Kebundesa Open Fun Swimming dan Kejuaraan Renang Antarpelajar Tahun 2026, pada Sabtu (15/8/2026). Foto: BorneoFlash.com/Nur Ainunnisa“Selain menjadi ajang pertandingan, kami ingin para peserta dan keluarga yang datang dari berbagai daerah bisa mengenal lebih dekat kawasan wisata ini. Harapannya, olahraga dan pariwisata dapat berkembang bersama,” ujarnya.Fitri menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi kedua setelah mendapat respons positif pada pelaksanaan perdana. Ke depan, panitia berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar event tersebut semakin diminati dan mampu menjadi agenda tahunan yang lebih besar.Dukungan terhadap pelaksanaan kejuaraan juga datang dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Samarinda. Pejabat Fungsional Dispora Samarinda, Dorry Adrinalia, menilai kompetisi usia pelajar merupakan salah satu sarana efektif untuk menjaring bibit atlet potensial yang nantinya dapat diproyeksikan ke level yang lebih tinggi.“Ajang seperti ini penting karena menjadi tempat atlet mengukur kemampuan sekaligus menunjukkan potensi yang mereka miliki. Dari sini akan terlihat atlet-atlet yang bisa dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan yang lebih besar,” katanya.Menurut Dorry, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan hanya melalui latihan rutin. Kompetisi yang berkelanjutan menjadi bagian penting untuk membentuk mental bertanding, meningkatkan pengalaman, serta mengasah kemampuan teknis para atlet.Hal senada disampaikan Ketua Umum KONI Kota Samarinda, Wahyudi HS. Ia menegaskan bahwa keberadaan kejuaraan yang digelar secara konsisten menjadi fondasi utama dalam menciptakan regenerasi atlet berprestasi.“Semakin sering atlet bertanding, semakin besar pula kesempatan mereka berkembang. Pengalaman kompetisi menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing atlet,” ujarnya. lihat foto Suasana foto bersama setelah seremoni pembukaan Kebundesa Open Fun Swimming dan Kejuaraan Renang Antarpelajar 2026 yang diikuti sekitar 500 atlet dari tujuh daerah. Foto: BorneoFlash.com/Nur AinunnisaWahyudi berharap sinergi antara pemerintah, pengurus cabang olahraga, klub, penyelenggara, serta orang tua atlet dapat terus terjaga sehingga pembinaan olahraga prestasi tetap berjalan optimal di tengah berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran.Melalui penyelenggaraan Kebundesa Open Fun Swimming dan Kejuaraan Renang Antarpelajar 2026, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga kesempatan untuk mempererat silaturahmi antardaerah. Di sisi lain, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet renang berprestasi sekaligus memperkuat posisi Kebun Ndesa sebagai salah satu destinasi olahraga dan wisata keluarga di Kota Samarinda. (*)