Ilustrasi Mayat. Foto: Skyward Kick Productions/ShutterstockSeorang warga negara (WN) Australia asal Perth, Paul Innes Dougan, meninggal di salah satu rumah sakit di Bali, Kamis (20/8). Paul sebelumnya diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah warga negara asing (WNA) di sebuah kafe di kawasan Kuta.Putra Paul, Liam Michael Dougan, mengunggah pernyataan di media sosial yang menyebut ayahnya sedang berlibur di Bali. Saat berada di kawasan Kuta, Paul diduga dipukul oleh sejumlah WNA yang hingga kini belum diketahui identitasnya."Mereka memukul dan menendangnya beberapa kali, membuat ayah saya dalam keadaan yang mengancam nyawanya," kata Liam dalam videonya, dikutip Jumat (21/8).Penjelasan PolisiKabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengatakan dugaan penganiayaan terhadap Paul terjadi pada 5 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 WITA di One Tribe One Life Lounge and Cafe.Pada 8 Agustus 2026, Paul dijemput pihak RS Murni Teguh dari hotel tempatnya menginap, Gora Beach Inn, untuk mendapatkan penanganan medis."Tanggal 8 Agustus 2026, korban dijemput oleh pihak RS Murni Teguh dari hotel tempat korban menginap, yaitu Gora Beach Inn, untuk mendapatkan penanganan medis," kata Ariasandy saat dikonfirmasi.Keesokan harinya, Paul dijemput oleh anaknya untuk dipindahkan ke RS BIMC. Paul kemudian mendapatkan perawatan medis melalui unit gawat darurat (UGD).Namun, kondisi Paul kemudian memburuk. Pada Kamis (20/8) sekitar pukul 12.06 WITA, Paul dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSU Dharma Yadnya untuk proses lebih lanjut.Ariasandy mengatakan polisi telah melakukan pendalaman awal terkait dugaan penganiayaan yang dialami Paul.Polisi juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memperoleh informasi mengenai kondisi korban, penanganan medis, waktu kematian, serta dokumen medis yang berkaitan dengan korban.Selain itu, polisi telah menghubungi keluarga korban, termasuk Liam Michael Dougan. Liam juga telah membuat laporan polisi di Polsek Kuta pada 20 Agustus 2026."Baru dilaporkan kemarin (20/8). Dari hasil pendalaman awal, diduga kuat pelaku empat orang WNA," tambah Ariasandy.