Rano Karno Gagas Serial Berbasis AI, Rimba Raya

Wait 5 sec.

Konferensi pers film Rimba Raya di kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanWakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menginisiasi proyek serial sinematik berbasis kecerdasan buatan (AI) berjudul Rimba Raya. Proyek tersebut lahir dari kegelisahannya melihat perkembangan teknologi AI sekaligus keinginannya menghadirkan cerita tentang alam Indonesia kepada anak-anak.Rano Karno mengatakan ide Rimba Raya berawal dari sebuah bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu peristiwa yang menarik perhatiannya adalah kisah seorang anak muda yang berusaha mencari ibunya yang menjadi korban bencana.“Rimba Raya ini lahir dari sebuah kejadian bencana. Terjadi di Aceh, di Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat,” kata Rano di Karang Tengah, Jakarta Selatan.Konferensi pers film Rimba Raya di kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanMenurut Rano, kisah tersebut begitu membekas karena sang anak rela menyewa alat berat untuk mencari keberadaan ibunya. Setelah berminggu-minggu mencari, ia akhirnya menemukan jenazah sang ibu yang telah terkubur selama hampir dua pekan.Setelah tidak lagi mengelola Karnos Film secara langsung dan menyerahkannya kepada sang anak, Raka Widyarma, Rano menantang timnya di Karnos Visual Magic untuk mewujudkan proyek tersebut.Tantangan itu kemudian membawanya untuk mempelajari teknologi AI. Rano menyadari teknologi tersebut tidak bisa dihindari, termasuk dalam industri kreatif.“Saya belajar. Saya mau tahu AI itu apa sih sebetulnya. Walaupun memang terdengar banyak para kreator, AI ini menjadi satu handicap. Banyak tenaga-tenaga kerja yang terpotong habis dengan AI ini. Tapi AI ini adalah satu teknologi yang tidak bisa kita pungkiri dia akan merajalela,” ucap Rano.Konferensi pers film Rimba Raya di kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanDalam proses pengembangan Rimba Raya, Rano menggandeng Ario Rubbik yang telah dikenalnya sejak lama. Ario yang sebelumnya menjadi asistennya dalam Si Doel Anak Sekolahan kemudian diminta untuk membantu menulis skenario sekaligus Director.Cerita Rimba Raya juga tidak hanya berfokus pada bencana. Rano ingin karya tersebut sekaligus memperkenalkan hutan dan satwa kepada anak-anak.Tokoh utama dalam cerita ini adalah Rimba dan Raya. Rimba merupakan seorang anak dari Suku Dalam di Jambi yang kemudian diangkat oleh seorang ahli botani. Sementara Raya merupakan seorang dokter.Tak hanya sekadar memanfaat teknologi AI Rano juga meminta timnya terlebih dahulu menyusun storyboard agar hasil yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan cerita.“Saya tugaskan mereka. Saya nggak mau anak-anak kita yang belajar AI itu dia menjadi rugi. Nah akhirnya temulah teknologi yang mereka ciptakan di sini,” tutur Rano.Konferensi pers film Rimba Raya di kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanSementara itu, Direktur Utama Karnos Visual Magic Anton Soeharyo menyampaikan bahwa kekuatan Rimba Raya terletak pada penyampaian narasi yang mengajak penonton menikmati cerita terlebih dahulu sebelum menggugah kesadaran lingkungan.Dari sana, ia berharap dapat menumbuhkan rasa ingin tahu generasi muda terkait kehidupan hutan serta peran manusia dalam menjaga kelestarian alam.“Rimba Raya kami kembangkan sebagai sebuah karya entertainment yang menjadikan alam bukan sekadar latar, tetapi bagian penting dari perjalanan ceritanya,” kata Anton.Serial sinematik berbasis AI, Rimba Raya, ini digarap oleh rumah produksi Karnos Visual Magic berkolaborasi dengan platform streaming Vidio dan Artha Graha Peduli.Proyek Rimba Raya nantinya akan tayang secara eksklusif di Vidio. Serial tersebut terdiri dari 10 episode yang akan dirilis secara berkala setiap bulannya mulai 17 Agustus 2026.