Kapusdatin BNPB Abdul Muhari memberikan keterangan pers pemulihan dan rencana strategis bencana Sumatera di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). Foto: Youtube/Sekretariat PresidenBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia akibat gempa bumi 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).Selain korban meninggal, sebanyak 135 orang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan data tersebut merupakan hasil pemutakhiran hingga Minggu (16/8) sekitar pukul 16.00 WIB, atau hari kedua setelah gempa.“Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore ini total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia,” kata Abdul dalam jumpa pers terkait penanganan gempa 7,7 M, Minggu (16/8).Abdul merinci, korban meninggal dunia tersebar di 6 wilayah. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur 20 orang.Kemudian Manggarai Barat tercatat satu orang meninggal, Nagekeo satu orang, Sikka empat orang, dan Ende dua orang.Personel Polri dikerahkan untuk penanganan usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. PolriSementara itu, sebanyak 135 orang mengalami luka-luka. Rinciannya, 12 orang di Sikka, 37 orang di Manggarai yang terdiri dari 17 luka berat dan 20 luka ringan, serta 80 orang di Manggarai Timur yang terdiri dari 21 luka berat dan 59 luka ringan.Adapun di Manggarai Barat terdapat enam korban luka berat.Abdul mengatakan, hingga saat ini tidak ada laporan orang hilang yang masuk ke Basarnas dari 7 kabupaten/kota terdampak gempa.“Biasanya kita memiliki daftar pencarian orang dalam setiap kejadian bencana yang berasal dari data yang dilaporkan oleh saudara maupun kerabat atau anggota keluarga. Saat ini di tujuh kabupaten terdampak kita tidak memiliki daftar pencarian orang,” ujarnya.Meski demikian, Basarnas tetap menyiagakan personel di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, serta wilayah lainnya yang terdampak untuk mengantisipasi kebutuhan pencarian dan pertolongan.