Dudung soal Ricuh di Aceh: Hanya Oknum, Rakyat Aceh itu NKRI

Wait 5 sec.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purnawirawan) Prof. Dr. Dudung Abdurachman dalam acara Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Selasa (21/7/2026). Foto: Dok. Ditjen Pas Kementerian Imigrasi dan PemasyarakatanKepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menilai kericuhan yang sempat terjadi di Aceh saat peringatan Hari Damai Aceh hanya dilakukan oleh segelintir oknum.Menurut Dudung, terdapat pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan momentum Hari Damai Aceh pada 15 Agustus untuk melakukan tindakan yang memicu kericuhan."Kalau menurut saya itu hanya oknum-oknum aja. Rakyat Aceh itu NKRI," kata Dudung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8).Dudung mengatakan kericuhan tersebut tidak mencerminkan kondisi masyarakat Aceh secara keseluruhan. Dia menyebut hanya segelintir pihak yang memanfaatkan situasi."Dan itu memanfaatkan situasi, emang tanggal 15 Agustus itu kan hari perdamaian ya, cuma ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan. Itu hanya segelintir aja," ujarnya.Dia memastikan kondisi Aceh saat ini telah kembali kondusif. Menurutnya, situasi kembali normal tidak lama setelah kejadian tersebut."Kondusif udah, kan tidak lama terus kemudian Merah Putih berkibar lagi," ucapnya.Prajurit TNI menyiapkan bendera Merah Putih untuk dikibarkan kembali di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Minggu (16/8/2026). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTOPada Sabtu (15/8) lalu, masyarakat Aceh di Masjid Baiturrahman Banda Aceh menggelar Hari Damai Aceh yang mengenang MoU Helsinki, antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005.Acara dilaporkan berjalan lancar, hingga ada pengibaran bendera Bulan Sabit. Aparat keamanan lalu menurunkan bendera itu, dan pecahlah kericuhan antara massa dan aparat.Situasi kemudian berangsur kondusif. Beberapa kelompok massa membubarkan diri dari lokasi. TNI-Polri berjaga untuk mengamankan situasi.