Ilustrasi tempat karaoke. Foto: Shutter StockSeorang perempuan peserta lomba karaoke dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, meninggal dunia setelah tiba-tiba jatuh saat sedang bernyanyi di atas panggung.Sekretaris Desa (Sekdes) Margaluyu, Herlan Marzuki, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kejadian itu berlangsung sekitar dua minggu sebelum hari kemerdekaan.Menurut Herlan, saat itu almarhumah mendapat giliran tampil sebagai perwakilan RW 002 dalam lomba karaoke yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI."Iya (betul), itu terjadi dua minggu lalu ketika almarhumah mendapat giliran untuk tampil dari perwakilan RW 002. Waktu itu ada lomba karaoke dalam rangka memperingati HUT RI ke-81," kata Herlan saat dikonfirmasi, Senin (17/8).Herlan menuturkan, almarhumah sempat menyelesaikan lagu pertama tanpa menunjukkan tanda-tanda kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan. Setelah itu, ia melanjutkan penampilannya dengan lagu kedua."Setelah lagu pertama selesai, lanjut lagu kedua. Allah lebih menyayangi almarhumah, pada saat itu beliau jatuh," ujarnya.Herlan menyebut, berdasarkan informasi yang didengarnya, almarhumah memiliki riwayat penyakit jantung dan bahkan telah menjalani pemasangan ring. Saat kejadian, suami almarhumah juga berada di lokasi untuk mendampingi."Maaf kalau salah, saya dengar memang seperti itu (riwayat jantung), bahkan sudah dipasang ring. Waktu itu juga suaminya sedang menunggu atau mendampingi. Rupanya ada kekhawatiran kalau terjadi sesuatu," kata Herlan.Meski demikian, sebelum tampil, almarhumah disebut tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan. Bahkan, pada penampilan lagu pertama, ia terlihat ceria dan mampu bernyanyi seperti biasa."Tidak ada (tanda-tanda), sehat-sehat saja. Tapi dengar kabar malamnya sudah latihan dulu di rumahnya, tidak tahu sampai jam berapa. Di lagu pertama juga tidak ada tanda-tanda seperti kurang tidur, ceria saja," tuturnya.Herlan mengatakan almarhumah memang dikenal memiliki hobi bernyanyi. Ia bahkan menyebut suara almarhumah cukup merdu.Saat almarhumah tiba-tiba jatuh, suasana di lokasi langsung berubah menjadi panik. Warga dan panitia segera memberikan pertolongan dengan membawa almarhumah ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis."Pas kejadian, suasana kaget dan panik, kemudian segera memberikan pertolongan dengan langsung dibawa ke rumah sakit. Setelah itu acara langsung ditutup," ungkap Herlan.Padahal, kata Herlan, masih terdapat tiga peserta lain yang belum mendapatkan giliran tampil. Namun, setelah melalui kesepakatan antara panitia dan peserta lainnya, perlombaan akhirnya dihentikan dan tidak dilanjutkan."Masih ada tiga peserta yang belum tampil. Atas kesepakatan panitia dan peserta lain, akhirnya lomba tidak dilanjutkan untuk peserta berikutnya," katanya.Pemerintah Desa Margaluyu bersama panitia dan sebagian warga kemudian menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhumah. Herlan mengatakan pihaknya turut berduka atas peristiwa tersebut.