Farizon Produksi Lokal di Purwakarta, V8E Jadi Model Pertama

Wait 5 sec.

Farizon V8E Cargo Van rakitan lokal. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMerek otomotif asal China, Farizon, bagian dari Arista Group, akhirnya membuka babak baru di Indonesia melalui kendaraan komersial bertenaga listrik yang dirakit lokal. Armada ini adalah model van bernama V8E yang diproduksi di PT Handal Indonesia Motors (HIM).CEO Farizon New Energy Commercial Vehicle Group, Mike Fan, mengatakan bahwa mengatakan produksi lokal menjadi langkah penting untuk memperkuat kehadiran merek. Lokalisasi juga ditujukan untuk menyesuaikan produk, proses manufaktur, hingga layanan terhadap kebutuhan konsumen Tanah Air."Proyek knock-down (KD) di Indonesia merupakan implementasi nyata dari strategi lokalisasi Farizon, sekaligus menjadi proyek produksi KD pertama Farizon di luar negeri," ucapnya di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (13/4).Farizon V8E Cargo Van jadi model pertama yang dirakit lokal di PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMelalui fasilitas tersebut, Mike bilang ingin mengintegrasikan proses produksi mulai dari manufaktur, rantai pasok, hingga layanan purna jual. Langkah ini diharapkan membuat kendaraan komersial yang dipasarkan lebih sesuai untuk kebutuhan operasional di Indonesia.V8E sendiri merupakan van setrum yang menyasar kebutuhan komersial, seperti logistik dan distribusi. Mobil ini memiliki panjang 5.395 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.985 mm, serta wheelbase 3.600 mm.Dapur pacunya mengandalkan motor listrik berdaya 90 kW dan torsi puncak 150 Nm. Baterainya sanggup membawa kendaraan menjelajah hingga 428 km. Untuk pengisian daya dari 20 persen ke 80 persen dituntaskan dalam waktu 30 menit, berkat fitur fast charging 100 kW.Proses quality control (QC) Farizon V8E Cargo Van di PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanPerusahaan menilai kebutuhan kendaraan komersial yang efisien dan ramah lingkungan terus berkembang di Indonesia. Segmen tersebut mencakup kebutuhan logistik, distribusi dalam kota, sampai pelayanan publik."Produksi unit pertama hari ini bukanlah sebuah akhir, melainkan titik awal baru bagi operasional lokal Farizon di Indonesia. Kami akan terus memperdalam pengembangan pasar Indonesia, berfokus pada kebutuhan pengguna, serta terus mengoptimalkan pengembangan produk," tutup Mike.