BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan kebutuhan dasar dan layanan psikososial bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kemensos menggunakan data tunggal untuk mengidentifikasi keluarga terdampak sekaligus memetakan kebutuhan mereka.Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Kemensos terlebih dahulu mengidentifikasi keluarga terdampak sebelum menentukan penanganan di lapangan. Kemensos kemudian menyalurkan dukungan logistik, menyediakan tempat pengungsian sementara, dan mendirikan safe house sebagai tempat perlindungan bagi warga terdampak.“Datanya sama dan kami bisa mengidentifikasi keluarga terdampak. Setelah itu kami lakukan beberapa penanganan di lapangan. Pertama, tentu memberikan dukungan logistik, tempat pengungsian sementara atau khusus misalnya, kami mendirikan safe house,” kata Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.Berdasarkan asesmen bersama pemerintah daerah, Kemensos menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan keluarga terdampak. Kemensos menyalurkan makanan siap saji, tenda, dan perlengkapan keluarga.Untuk mempercepat distribusi, Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan ke lokasi terdampak. Mereka membantu menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat.“Yang sudah kami salurkan di antaranya makanan siap saji, tenda-tenda, perlengkapan keluarga, serta kami menurunkan SDM, Tagana, dan relawan yang bersama Kemensos melakukan distribusi cepat terhadap bantuan yang dibutuhkan,” ujar Saifullah.Kemensos juga menyediakan layanan psikososial di safe house bagi keluarga terdampak. Bersama Kementerian Kesehatan, Kemensos memberikan layanan kesehatan sesuai kebutuhan warga.“Kita juga memberikan layanan psikososial bersama dengan Kemenkes berupa layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh keluarga terdampak,” katanya.Untuk memperkuat respons cepat terhadap bencana, Kemensos mengoperasikan 31 shelter di 16 provinsi, mulai Aceh hingga Papua. Kemensos menggunakan shelter tersebut sebagai tempat evakuasi aman, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan dan psikososial, serta pusat koordinasi dan informasi.Saifullah mengatakan Kemensos siap berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menangani dampak karhutla.“Soal tempat logistik atau lokasi shelter, Kemensos berada di 16 provinsi, 31 lokasi shelter, dari Aceh sampai Papua. Inilah kira-kira dukungan Kemensos. Kami siap bekerja sama di bawah arahan Pak Menko PMK. Di lapangan kami di bawah koordinasi BNPB,” ujarnya.Kemensos juga melibatkan TNI, Polri, Tagana, dan relawan dalam penanganan bencana. Mereka mempercepat penyaluran bantuan dan layanan kepada keluarga terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.“Pada prinsipnya, kami akan memberikan bantuan sesuai dengan tugas dan fungsi Kemensos untuk semua keluarga terdampak, beserta dengan kementerian-kementerian yang lain,” kata Saifullah. (*)