Dibiasakan Sejak Dalam Kandungan, Anak 4 Tahun Kini Fasih Membaca Al-Quran

Wait 5 sec.

Ilustrasi mengajarkan anak mengaji Foto: ShutterstockBeredar video di Instagram @rahma_ahsan yang memperlihatkan seorang anak berusia 4 tahun fasih membaca Al-Quran, termasuk Surah Maryam. Kemampuan tersebut ternyata dibangun melalui kebiasaan yang dikenalkan sang ibu sejak dini.Kepada kumparanMOM, sang ibu menceritakan bahwa ia mulai memperdengarkan murottal Surah Maryam dan Yusuf sejak anak masih dalam kandungan. Ia juga mengkhatamkan Al-Quran selama sebulan sebelum sang anak lahir.Setelah lahir, kebiasaan tersebut tetap dilanjutkan. Murottal diperdengarkan untuk menemani tidur hingga anak berusia sekitar 1 tahun.“Entah itu tidur siang/malam . Jadi ia terbiasa mendengar ayat Al Quran yang nantinya mempermudah saat ia belajar berbicara,” ucap Rahma saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (12/8).Mulai Mengenalkan Hafalan Sejak 1,5 TahunSaat anak berusia 1,5 tahun dan mulai belajar berbicara, sang ibu mulai mengajaknya menirukan potongan ayat sederhana, seperti kata terakhir dari surah An-Nas.Ia juga mengenalkan huruf hijaiyah melalui lagu dan poster tanpa screentime. Sementara Iqro mulai dikenalkan sekitar usia 3 tahun ketika anak mulai tertarik membaca.Tidak ada jadwal khusus maupun target hafalan. Sang ibu memilih mengajak anak mengaji saat sedang mood, misalnya di sela bermain, ketika santai, atau sebelum tidur.Untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap Al-Quran, sang ibu juga memberikan contoh dengan rutin membaca Al-Quran. Ia mengajak anak melakukan sambung ayat, tebak surah, hingga murojaah bersama. Setiap prosesnya juga diapresiasi melalui pujian, ucapan terima kasih, dan pelukan.Saat berusia 2,5 tahun, misalnya, anak sempat lebih suka bernyanyi dan enggan mengaji. Sang ibu membiarkannya dan memilih bernyanyi bersama hingga anak kembali tertarik pada Al-Quran setelah melihat video anak-anak seusianya yang sedang menghafal.“Tapi misal dia menolak dan ingin menyanyi maka aku biarkan, yang penting ia bernyanyi sesuai usia (misal kereta api, dll) . Anak pasti merasakan malas/ bosan dengan menghafal, muroja’ah dan bahkan tidak ingin mendengar Al Qur’an,” imbuhnya.Biasakan Komunikasi dengan AnakSelain mengaji, sang ibu juga membiasakan pillow talk atau deep talk sebelum tidur. Ia mengajak anak bercerita tentang kegiatan dan perasaannya sepanjang hari, sekaligus memberikan apresiasi dan nasihat.Kini, sang ibu berharap anaknya kelak dapat menjadi hafiz dan mengikuti Hafiz Cilik.Untuk orang tua yang ingin mengenalkan Al-Quran sejak dini, ia menyarankan agar memulainya dengan kebiasaan sederhana, seperti memperdengarkan murottal di rumah dan memberikan contoh kepada anak.Ilustrasi keluarga muslim. Foto: Shutterstock“Apresiasi prosesnya bukan hanya hasilnya. Sabar dan konsisten adalah kuncinya. Jika belum bisa menemani sepenuhnya ( misal ibunya kerja) mungkin bisa dengan guru ngaji,” saran Rahma.Menurutnya, orang tua juga perlu mengikuti mood anak karena usia balita merupakan masa ketika anak masih belajar mengelola emosi. Jika orang tua belum bisa mendampingi sepenuhnya, proses belajar mengaji dapat dibantu oleh guru ngaji.